BARABAI aktualkalsel.com–Rabu 24 Juli 2024 sekitar pukul 6 alam
obyel wisata Desa Nateh, Barabai, Kalimantan Selatan, masih tersisa suasana subuh nya. Kawasan yang terlindung pepohonan di julangan Pegunungan Meratus itu belum sepenuhnya terang. Itulah detik detik tubuh tua tokoh desa, salah seorang pejuang gerakan ‘SaveMeratus’ tersungkur bersimbah darah, di atas hamparan tanah berpasir obyek wisata tersebut.
Informasinga, tidak ada saksi mata ketika Arbain yang lebih dikenal dengan sapaan Abah Nateh, diserang seseorang bersenjata tajam dan menikam berkali kali ke sekujur badan dengan pria yang berusia 65 th itu. Tubuh sosok yang sangat menolak setiap rencana izin tambang di pegunungan tersebut ditemukan warga sudah meninggal, tiga jam kemudian. Tergeletak.
Alam yang dicintainya dan dikelolanya sebagai obyek wisata itulah yang menjadi saksi bisu. Serta satu batang sapu lidi terkena ceceran darah. Diduga pagi itu korban tengah membersihkan arena usahanya.
Desa Natah pun gempar dengan tragedi ini. Khabar duka cepat menyebar tak lama setelah penenuan itu. Bahkan sampai ke Banjarmasin dimana banyak rekan seperjuangan almarhum tinggal. Ucapan belasungkawa tayang di sejumlah akun media sosial. Khususnya dari kalangan relawan ‘SaveMeratus’. Bahkan, pihak Walhi Kalimantan Selatan mendesak kepolisian untuk mengungkap tuntas, apakah pembunuhan sadis ini ada keterkaitan dengan kegiatsn korban yang gigih menolak setiap rencana izin tambang di kawasan Meratus.
Polisi pun cepat bertindak. Dalam hitungan tak sampai 24 jam, tersangka pelaku berhasil diringkus di wilayah Balangan yang terhitung kabupaten tetangga. Pelaku bernama Irwansyah warga Plajau kabupaten tersebut. Untuk barang bukti polisi menyita sebuah sarung pisau dari pelaku yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban.
Menyalin dari portal berita apakabar.co.id yang mengutip dari laporan polisi dan disebut media ini sudah dikonfirmasi berlapis, motif sementara pembunuhan lantaran pelaku tersinggung dengan korban.
Plt Kapolsek Batang Alai Selatan, Ipda Sukma Yudistira membenarkan jika pihaknya sudah mengamankan pelaku.
“Untuk motif sementara, lantaran ketersinggungan. Tetapi detail kita masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan,” jelas Sukma, masih menurut berita itu.
Disebutkan, pelaku yang dikenal dengan panggilan Ibus merupakan pendatang di kawasan wisata tersebut. Bahkan sudah beberapa kali dibantu bekerja oleh korban. Namun, kebiasaan buruknya yang minum minum sampai mabok sering ditegur korban. Merasa tidak senang dan tersinggung, maka pada pagi sekitar pukul 6 itu dia mendatangi Abah Nateh yang tengah membersihkan arena parkir obyek wisata tersebut. Sebelum menghujamkan senjatanya, keduanya sempat cekcok mulut.(uumsri/ilustrasi net)


















