BANJARMASIN aktualkalsel.com–Ketika masyarakat Indonesia bersiap memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Rabu 23 Juli 2024 pagi, Za siswi berusia 14 th ini, tengah bersiap melakukan satu tindak kriminalitas yang luar biasa sadis.
Warga Jl Antasan Kecil Timur Dalam, Banjarmasin Utara ini berada dalam toilet rumahnya. Apa yang dilakukannya di ruang kecil pagi pagi itu benar benar membuat geger warga beberapa jam kemudian. Za, sendirian melakukan persalinan bayi laki laki hasil zinah dengan sang pacar, juga pelajar berusia 16 th. Tatkala seisi rumahnya ada yang masih tidur.
Dalam kebingungan dan stres tingkat tinggi itu bayi perempuan lahir dari rahimnya. Beberapa saat diamatinya sang orok yang sempat menangis, dia pun semakin ketakutan. Khawatir aib yang harus disembunyikan ini akan diketahui keluarganya.
Entah sudah direncanakan atau keputusan mendadak, Za melakukan sesuatu tindak kriminal yang tak kepalang sadisnya. Apalagi dilakukan seorang perempuan, tergolong masuh anak pula. Bayi yang masih berdarah itu menemui ajal di tangan ibu yang baru melahirkannya.
Namanya juga jalan setan yang ditempuhnya sejak awal bersama pacar, maka Za harus melakukan serangkaian kejahatan berikutnya. Dia kemudian melempar mahluk tak berdosa itu ke kolong samping rumahnya, melalui jendela. Setelah itu, dia berusaha bersikap normal. Hanya saja kepada keluarga, Za mengakui tengah sakit perut.
Tindakan luar biasa berikutnya yang dilakukan Za adalah dengan pura pura berseru terkejut karena melihat ada bayi yang masih lengkap dengan tali pusar, ketika menbuka jendela dapur. Seisi rumah pun ribut, tak lama geger itu menjadi satu kampung. Polisi dan ketua RT datang untuk mengolah TKP. Hasilnya mengerucut pada Za yang mengaku sebagai saksi pertama yang melihat bayi.
Di hadapan polisi Za tak lagi bisa berkelit. Dua kecurigaan mengarah padanya yaitu mengaku sakit perut serta (maaf) bagian dadanya yang terlihat seperti perempuan baru lahiran.
“Za dan pacarnya kini kami amankan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Eru Alsepa kepada wartawan sehari kemudian seperti dikutip dari wartabanjar.com.
Padahal ketika pertama ditemukan, ayah Za tak mengira kalau geger itu atas ulah putrinya. Bahkan pria berusia 63 tahun itu sempat mengatakan dini hari itu dia mendengar ada suara tangisan bayi. Sebentar, lalu tak terdengar lagi. Beberapa tetangga juga mendengar suara sama, itu sekitar pukul 02.00.
Sementara Za mengaku kehamilannya tidak ada yang tahu kecuali pacar. Beberapa kali berencana menggugurkan, namun tak ada jalannya. Jelang hari lahiran itu, Za semakin tertekan, apalagi sang pacar menyanpaikan pesan ‘putus’.(tim/ilustrasi net)


















