BANJARMASIN aktualkalsel.com—Menjelang akhir tahun 2021 menjadi perjuangan luar biasa bagi WNI di luar negeri yang ingin pulang ke Tanah Air. Layanan hotel hotel karantina yang ada di Jakarta menjadi rebutan bahkan harus inden pake antre.
Perjuangan itu dituturkan Ani seorang WNI yang tinggal di Sydney, Australia yang mengantar ibundanya setelah berlibur di rumah sang anak di Australia.
Di chanal youtube ‘ani ibu rt di Australia’ ibu dua anak ini menuturkan perjuangannya untuk bisa mengantar pulang sang bunda dengan begadang empat hari demi antre nunggu jawaban pihak hotel di Jakarta untuk karantina.
“Karena saya bukan pekerja di luar jadi karantina mandiri di Jakarta harus di hotel. Kalau pekerja di luar setahu saya khabarnya disediakan di Wisma Atlet gratis,” ujarnya di tayangan Senin 12 Desember 2021.
Menurutnya, perjuangan itu dimulai setelah dia punya tiket penerbangan ke Jakarta. Lalu mencari hotel untuk karantina 10 hari di Jakarta. Ini yang super sulit. Semua hotel penyedia layanan karantina mandiri full. Bahkan dia sudah menghubungi seluruh website hotel tersebut, namun tak ada celah. Hingga seorang teman di Australia yang baru datang dari Indonesia menghabarkan ada satu antrean yang cancel.
“Saya langsung daftar dan untuk menunggu jawabannya sampai dibelain dengan begadang empat hari nongkrongi smartphone kalau kalau ada jawaban. Harus standby sebab waktu kerja Jakarta beda dengan Sidney,” ujarnya lagi.
Begitu ada jawaban, kita sudah harus ready dengan isian di form website seperti no tiket, paspor, tanda pcr covid internasional dan sebagainya dengan deadline hanya lima menit,” ceritanya.
Plus, ujarnya, waktu pengisian itu pula harus membayar cash rp21 juta. Bila berjeda akan hangus daftar kita dan diisi yang lain.
Biaya Rp21 juta itu, menurutnya, untuk karantina dua orang selama sepuluh hari dengan fasilitas dua bed, makan tiga kali sehari dan ada layanan londry seharinya lima potong pakaian per orang.
Berjubelnya antrean untuk karantina masuk Indonesia di Jakarta ini, dia menduga katena dua faktor. Yang pertama momen akhir tahu dan kemudian adanya penambahan waktu karantina dari yang semula tiga hari, lalu tujuh hari dan terakhir sepuluh hari.
“Jadi mereka yang seharusnya sudah keluar setelah tujuh hari karantina, jadi harus nambah tiga hari lagi,” dia menduga.(uumsri)



















