BANJARMASIN aktualkalsel.com—Dari beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga akhir akhir ini adalah minyak goreng (migor) yang paling berdampak berantai.
Di Banjarmasin dan sekitarnya, dampaknya adalah kenaikan harga jajanan pinggir jalan seperti gorengan dengan kisaran antara 20 persen hingga 50 persen.
Di Jl A Yani kawasan Gambut yang dikenal sebagai pusat gorengan karena berjajar penjual camilan ini, lebih dulu menaikkan harganya dari semula Rp1.000,- per biji menjadi Rp1.500,-
Sedangkan di wilayah dalam Kota Banjarmasin kenaikkannya bervariasi ada yang dari seribu menjadi Rp1.200,- ada juga yang menjadi Rp1.500,-
“Iya naik sudah dua minggu ini, karena minyak goreng nya sangat mahal,” ujar seorang pedagang oentuk, gorengan khas Banjarmasin yang mirip roti goreng atau juga kue odading gorengan khas Bandung, Rabu 15 Desember 2021.
Menurut pedagang di kawasan Jl Pulau Laut Banjarmasin Tengah ini, kenaikkan harga oentuk masih dibarengi dengan ukuran kue yang lebih besar.
“Supaya pembeli tidak terlalu merasa mahal,” ujarnya.
Sementara di kawasan Antasan Kecil Timur yang juga banyak pedagang gorengan rata rata menaikan 20 persen atau Rp200,-
Sejumlah pedagang jajanan pinggir jalan ini sebenarnya mengaku berat untuk menaikkan harga karena bisa berdampak pada penurunan omzet.(uumsri)



















