BANJARMASIN aktualkalsel.com—Ada tiga daftar pembesar dari dosa dosa besar atau gembongnya dosa besar yang sering disebut Rasulullah untuk dihindari.
Dari tiga gembong dosa dosa besar itu, menurut Ustadz H Masudi HS adalah di urutan teratas atau ranking tertinggi adalah menyekutukan Alloh.
“Syirik ini adalah gembongnya dari dosa dosa besar,” ujar ulama ini dalam kajian bada Sholat Magrib di Masjid Al Jihad Banjarmasin, Selasa 14 Desember 2021 malam yang disiarkan live melalui radio masjid tersebut.
Menurut ulama di Banjarmasin ini, Rasulullah pernah mengulang pertanyaan tiga kali kepada para sahabat tentang : maukah kalian kuberi tahu tetang pembesar dari dosa dosa besar itu?
“Ini menunjukkan pentingnya informasi itu,” ujarnya.
Ternyata apa yang disebutkan Rasulullah di urutan pertama adalah syirik kepada Alloh. Ini gembongnya dosa besar yang paling dimurkai Alloh.
Syirik, ujarnya, atau menyekutukan Alloh bisa dengan batin dan perbuatan dan ada pula hanya dibatin tanpa diiringi perbuatan. Dan syirik ini sangat dekat dengan kehidupan manusia seharihari bahkan ada yang berasa samar samar.
“Jadi harus sangat waspada dengan perbuatan menyekutukan Alloh ini. Ia bisa samar bagaikan semut hitam merayap di batu pada malam gelap,” ujarnya.
Bahkan, menurutnya, di zaman sekarang syirik semakin canggih dan dianggap hal biasa karena samar samar tadi.
Semua perbuatan ataupun ucapan yang seolah mensejajarkan manusia dengan Alloh itu sekarang banyak kita temukan.
“Mengkultuskan manusia itu adalah syirik , bahkan memuji Rasulullah secara berlebihan sehingga seolah sejajar dengan Alloh adalah syirik. Jadi harus waspada,” ujarnya.
Pernah, ujar ulama ini, Rasulullah menyampaikan pada seorang sahabat bahwa cara sahabat yang memuji Rasulullah secara berlebihan adalah sebagai perbuatan yang di sana ada bersama setan. Karena semua di alam semesta ini ciptaan Alloh, tidak ada yang setara dengan Alloh SWT.
Sedangkan di urutan kedua setelah syirik, gembongnya dosa dosa besar adalah anak gang durhaka kepada orangtuanya. Dan yang ketika adalah memberikan kesaksian palsu sehingga yang benar bisa disalahkan dan yang salah bisa dibenarkan karenanya.(uumsri)




















