BANJARMASIN aktualkalsel.com–Perayaan malam tahun 2024 di Banjarmasin meninggalkan duka mendalam bagi satu keluarga di kawasan Jl Pangeran Banjarmasin Utara. Pada Senin 1 Januari mereka menghantarkan Januar ke pemakamannya. Sang putra yang tewas dalam perkelahian dua kelompok pemuda di kawasan jembatan kembar Kayutangi Banjarmasin Utara.
Lokasi perkelahian dua kelompok anak muda itu tidak terlalu jauh dari rumah orangtua Januar. Perkaranya dipicu mabuk mabukan minuman beralkohol seperti dituturkan satu teman almarhum sebut saja Jon, Begini kronologisnya tragedi berdarah di malam pergantian tahun itu:
“Dinihari itu kami tujuh orang menikmati malam pergantian tahun dengan nongkrong di kawasan bawah jembatan kembar Kayutangi yang di sisi timur atau arah masuk kawasan Sungai Miai,” ujar Jon seperti dikutip dari KalimantanLive..com Senin 1 Januari 2024. Bocah yang masih di bawah umur ini menjadi saksi pentimg oleh pihak kepolisian.
Di sana ada kawasan terbuka di pinggiran sungai. Sambil menikmati pijaran kembang api di langit malam dinihari itu mereka menegak minuman keras. Di seberang mereka kawasan Kampung Arab yang bermuara ke Jl S Parman atau bawah jembatan kembar sisi barat. Di sana ada sekelompok pemuda lain yang bergerombol.
Tiba tina Januar yang tengah mabuk berat berteriak ke arah kekompok pemuda di seberang sungai itu. Karena dinihari sunyi, maka teriakannya terdengar memecah malam. Tetapi Jon tak merinci kata kata apa yang diteriakan Januar hingga membuat kelompok seberang merasa tertantang lalu menyerang mereka.
Menurut Jon, ada delapan orang bahkan lebih kelompok yang menyerang mereka dari seberang sungai itu. Bersenjata tajam dan kayu langsung membabi buta melakukan penyerangan. Merasa tak siap gelut, Jon dan teman teman lari kocar kacir, tertinggal lah Januar yang tengah mabuk berat hingga tak bisa lagi berdiri.
Maka pria berusia 29 tahun itulah yang menjadi bulan bulanan serangan tersebut. Menyadari Januar terkapar, Jon dan teman teman balik ke lokasi melakukan perlawanan. Terjadilah bentrok terbuka dua kelompok tadi. Ada yang terkena tusukan senjata tajam ada pula yang terkena pukulan kayu.
Menyadari tak mampu mengimbangi serangan lawan, kelompok Jon kembali lari kocar kacir menyelamatlan diri. Namun nasib malang bagi Jon yang posisinya sudah di atas jembatan. Dia tidak bisa mundur untuk menghindar.
Seorang diri tak berdaya dia diseret pihak lawan dan disandera di sebuah rumah kawasan Kampung Arab.
“Di situ saya diintimidasi, ditanyai siapa kelompok saya yang sudah melukai satu teman mereka. Saya jawab tidak tahu. Mereka terus melakukan intimidasi, macam macam,” tutur Jon tentang penyanderaan dirinya itu.
Selama berjam jam dalam ‘penyanderaan’ itu Jon tetap pada jawaban tak tahu. Sebab perkelahian dinihari itu suasana kacau, tak tahu lagi siapa melakukan apa.
“Baru sekitar jam 10 siang, saya dibebaskan, diantar satu orang. Sampai di jembatan saya lihat ada banyak orang juga polisi, tetapi Januar sudah tidak terlihat lagi. Dari polisi saya baru tahu bawah Januar meninggal dalam serangan itu,” cerita Jon.
Kini anak masih di bawah umur itu diamankan pihak Polisi Banjarmasin Utara. Dari dirinya terkuak banyak hal tentang tragedi berdarah di malam tahun baru yang menewaskan satu temannya itu.(uumsri/ilustrasi net)



















