BANJARMASIN aktualkalsel.com–Pers seluruh penjuru dunia mengucapkan belasungkawa untuk gugurnya Shireen Abu
Akleh, wartawati yang bekerja untuk stasiun televisi Al Jazeera.
Wartawati berusia 51 tahun ini hari itu, awal pekan kedua Mei 2022, tengah meliput suasana di kamp pengungsian Jenin, Tepi Barat, Gaza, saat satu tembakan tentara Israel mengarah ke wajahnya. Padahal saat itu dia mengenakan rompi bertuliskan ‘pers’. Walau sempat dilarikan ke rumah sakit namun, ajal sudah menjemputnya dalam tugas.
Hampir seluruh pers dunia mengkhabarkan tewasnya Shireen saat bertugas dengan ucapan dukacita. Bahkan tim Al Jazeera yang saat berada di medan pertempuran Intifada itu menyatakan sangat tertekan. Al Jazeera secara resmi mengutik aksi pembunuhan terang terangan terhadap wartawatinya ini.
Shireen, wartawati senior di Al-Jazeera. Dia melakukan liputan sangat panjang di medan syuhada pejuang Palestina ini sejak Intifada Pertama tahun 2000.
Sejak itu pula nyaris tanpa jeda dia menyumbangkan liputan liputan eksklusif nan berbeda dari kebanyakan media besar dunia, untuk Al Jazeera
Siapa Shireen?
Mengutip dari laman suara.com, sebelum terjun ke dunia jurnalistik Shireen mengenyam pendidikan di Yarmouk University, Yordania. Di sana dia mendapatkan gelar Bachelor of Arts untuk jurusan Journalism and Media.
Selain telah berkiprah di Al-Jazeera, Shireen tergabung dalam berbagai media seperti stasiun siaran radio The Voice of Palestine yang berbasis di Ramallah, Palestina serta Radio Monte Carlo di Perancis.(uumsri)



















