BANJARMASIN aktualkalsel.com– Pemilu presiden Filipina yang baru usai benar benar menoreh sejarah baru di perpolitikan dunia. Dinasty dari dua nama besar yang pernah memimpin negara tetangga itu bakal menjadi duet ‘presiden dan wakil presiden’.
Itu setelah putra alm Presiden Filipina Ferdinand Marcos berhasil meraih suara mayoritas pada pemilihan presiden yang berlangsung dalam pekan kedua Mei 2022. Kandidat kuat itu mempunyai nama yang sama dengan sang ayah diktaktor Filipina: Ferdinand Marcos Jr. Walau perhitungan sudah menasuki lebih 90 persen suara masuk namun sang Jr yang akrab dengan nama Bongbong belum mendeklarisikan kemenangannya.
Kemenangan Bongbong, bersela 36 tahun atau ada empat presiden paskakekuasaan sang ayah yang tercatat sebagai diktaktor Filipina. Kediktaktoran Marcos dilengserkan dalam sebuah reformasi pada 1986 yang menaikkan Corry Aquino –istri pesaing berat politik Marcos– sebagai presiden.
Hasil pantauan Komisi Pemilihan Umum (Comelec) hasil sementara menunjukkan Marcos Jr meraih 30.015.540 suara atau 58,86 persen dari total suara.
Marcos Jr, 64 th akan menjadi presiden ke-17 Filipina unggul jauh dari pesaing utamanya Wakil Presiden Leni Robredo, yang habya meraih 14.309.524 suara atau 28,06 persen.
Dia akan menggantikan orang kuat Presiden Rodrigo Duterte. Sedangkan Walikota Davao City Sara Duterte, yang merupakan putri sang pesiden, hampir dipastikan pula akan mendampingi Marcos Jr sebagai wakil presiden setelah mendapatkan 30.310.743 suara atau 61,08 persen pada pukul 4:06 pagi ini.
Inilah duet yang belum pernah terjadi dalam sejarah perpolitikan dunia. Dua dinasty presiden bersatu untuk memimpin negara dimana ayah mereka juga pernah memerintah. Berkuasanya dalam dekat ini dua dinasty tadi membuat sejumlah warganet menghubungkannya dengan Indonesia. Mereka mengetik: kalau begitu Tommy Suharto juga akan menjadi presiden RI.
Waktu yang membuktikannya.(uumsri)
Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr akan segera menjadi presiden baru Filipina dengan kemenangan telak mengalahkan pesaing terdekatnya Leni Robredo. Saat ini penghitungan suara telah mencapai 94,2 persen.
Marcos Jr merupakan putra dengan nama yang sama dengan mendiang bapaknya, diktator Filipina Fedinand Marcos.
Kemenangan Marcos merupakan kemenangan bersejarah hampir empat dekade setelah rakyat Filipina menjatuhkan keluarganya dari kekuasaan.
Baca Juga : Sehari Jelang Pilpres Filipina, Kekuatan Marcos Jr Kian Tak Terbendung
Marcos Jr dinilai berhasil mengubur masa lalu keluarganya dan kembali menggalang persatuan dengan membangun citra baru sebagai calon pemimpin masa depan.
Berdasarkan pantauan dari Komisi Pemilihan Umum (Comelec) pada hari ini pukul 04:41 waktu setempat, hasil sementara menunjukkan Marcos Jr meraih 30.015.540 suara sejauh ini atau mewakili 58,86% dari total suara yang dilaporkan untuk semua kandidat presiden.
Dengan demikian Marcos Jr yang berusia 64 tahun akan menjadi presiden ke-17 Filipina setelah meraih lebih dari dua kali lipat suara dari lawan terdekatnya, Wakil Presiden Leni Robredo, yang mengumpulkan 14.309.524 suara atau 28,06% hingga kini.
Dia akan menggantikan orang kuat Presiden Rodrigo Duterte. Sedangkan Walikota Davao City Sara Duterte, yang merupakan putri sang pesiden, hampir dipastikan pula akan mendampingi Marcos Jr sebagai wakil presiden setelah mendapatkan 30.310.743 suara atau 61,08% pada pukul 4:06 pagi ini.



















