BANJARMASIN aktualkalsel.com— Sepuluh spot destinasi wisata di Banjarmasin yang masih belum begitu viral, kini mulai digaungkan lagi.
Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dalam beberapa kesempatan sudah menyinggung dimulainya menyemarakan kembali sepuluh destinasi wisata Banjarmasin sebagai upaya membangkitkan ekonomi kreatif masyarakat.
Kesepuluh destinasi wisata yang masuk dalam kalender Pemko Banjarmasin itu merupakan obyek wisata rekigi, alam dan kearifan lokal yang masih belum sepopuler pasar terapung dan Siring Tendean.
“Dari sepuluh destinasi wisata yang sudah masuk kalender wisata Pemko Banjarmasin itu dua diantara masih belum buka yaitu Mewarung Baimbai dan Arabian Food Kampung Arab,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Banjarmasin Ikhsan Ahlaq, Sabtu 30 Oktober 2021.
Menurutnya, kesepuluh distinasi itu sudah disiapkan Pemko Banjarmasin dua tahun lalu, namun ‘sepi’ terimbas pandemi corona.
Inilah spot wisata religi, alam dan kearifan lokal Banjarmasin itu.
- Kampung alamiah Sungai Biuku.
Terletak di sebuah kawasan yang masih sangat alami masuk wilayah Kelurahan Sungai Andai. Ini merupakan destinasi wisata Banjarmasin yang letaknya paling utara, berbatasan dengan wilayah Kabupaten Banjar.
Menyuguhkan suasana nyaman dari aluran Sungai Biuku beserta kebersahajaan penduduknya. Mengesankan rasa adem ayem. - Makam Sultan Suriansyah.
Wisata religi ini sudah lama keberadaannya dan selalu ramai dikunjungi peziarah yang datang dari berbagai kota di Kalimantan Selatan. Arus peziarah semakin tinggi di hari hari libur. Terletak di kampung Kuin, Kecamatan Banjarmasin Utara, di bagian halaman depan berseberangan dengan Sungai Kuin. Mudah diakses melalui jalan darat namun bisa juga dengan susur sungai, karena di seberang komoleks makan dibangun dermaga representatif yang cukup unik. - Kampung Ketupat.
Terletak di pinggir Sungai Martapura bagian tengah, destinasi yang satu lebih dikenal warga sebagai pusat penjualan dan anyaman ketupat ini, menjual dalam bentuk masak dan cakang. proses anyam ketupat memang menjadi daya tarik tersendiri dan bisa dinikmati sebagai wisata. Lokasinya berada di wilayah tengah Kota Banjarmasin. - Kubah Basirih.
Wisata religi yang satu ini dikenal sudah sejak lama bukan hanya oleh earga kota Banjarmasin tetapi juga masyarakat Kalsel. Seperti halnya Makam Sultan Suriansyah, di sini juga peziarah akan semakin ramai di hari hari libur. Terletak agak ke pinggiran selatan Kota Banjarmasin, secara administratif masuk wilayah Kelurahan Basirih, Banjarmasin Selatan. - Kampung Biru dan Hijau
Warna warni tumah penduduk yang didominasi dua warna ini menjadi daya tarik sebagai view wisata. Terkhusus bila dinikmati dari atas kelotok yang melintasi Sungai Martapura. Berada di wilayah Kelurahan Sungai Bilu, kawasan ini sejak dulu merupakan kawasan pinggiran sungai besar yang membelah Kota Banjarmasin ini. - Kampung Tanggui
Seperti halnya Kampung Ketupat, destinasi wisata Kampung Tanggui ini juga termasuk spot kearifan lokal. Disini bisa ditemui komunitas perempuan yang membuat topi caping anyaman daun enau yang dijadikan tutup kepala berujuran lebar bagai payung terkembang. Tanggui, topi bersahaja ini biasa dikenal masyarakat Kalimantan Selatan. Rata rata perajinnya adalah lansia.
Lokasi kampung ini tidak terlalu jauh dari Kompleks Makam Sultan Suriansyah. - Kuin Kacil dan Pulau Bromo
Inilah destinasi wisata alam di Kota Banjarmasin yang terbilang baru seumur jagung namun sudah mendapat perhatian luar biasa wisatawan di provinsi Kalimantan Selatan.
Walau terletak paling pinggir selatan Kota Banjarmasin, namun dalam dua tahun ini sudah sangat viral di kalangan wisatawan. Adalah keberadaan Jembatan Pulau Bromo yang diresmikan tahun lalu sebagai daya tariknya. Jembatan berdesain melingkar itu seolah berada di atas Pulau Bromo yang ada di bawahnya.
Promosinya: di masa pandemi covid sudah melandai, yukz berwisata kesana dengan tetap menjaga protap kesehatan.(uumsri)


















