BANJARMASIN aktualkalsel.com–Sabtu 16 Desember 2023 malam, menjadi perjalanan hidup menyisakan trauma mendalam bagi Anang, sebut saja demikian pria ini. Dia menyaksikan bagaimana Heri, sahabatnya mebderita sakit luar biasa akibat pukulan benda tumpul di bagian belakang kepalanya dalam perkelahian menghadapi tiga lawan. Sebelum enam jam berikutnya, sang sahabat mengehembuskan mafas terakhirnya.
Peristiwa yang membuat Anang masih menyimpan trauma ini, juga ramai dibincangkan warga Kota Banjarmasin. Selain peristiwanya berlangsung di tempat terbuka satu angkringan malam sangat terkenal di kota ini, juga lantaran Heri tercatat sebagai atlet tinju plus guru olahraga di satu sekolah.
Ada dua versi yang muncul dalam pembetitaan sejumlah media online. Pertama, versi Anang:
Sabtu malam itu dia dan Heri Pranomo usai latihan tinju. Nanun tak disebutkan dimana tempat latihan itu. Berdua memutuskan untuk nongkrong di angkringan jagung bakar di kawasan Jl DI Panjaitan Banjarmasin Tengah. Di sanalah mereka terlibat perkelahian dengan tiga atau empat orang yang diduga juru parkir.
Versi kedua menyebutkan, malam itu Heri berada di kawasan kuliner malam untuk mengamen. Bahkan dia sempat mendatangi meja yang diduduki dua perempuan tengah menyantap pesanannya. Di sinilah tragedi itu bernula. Heri diberi uang Rp2 ribu oleh perempuan tadi, entah apa sebabnya, uang itu kenudian dilemparkan Heri di hadapan si pemberi.
Tak terima, dua perempuan tadi berteriak sebagai protesnya hingga jadi ribut ribut dan cekcok. Seorang juru parkir terdekat mendekat untuk melindungi perempuan tadi, rupanya Heri tak terima hingga terjadi perkelahian.
“Saya sempat mendengar juru parkir itu roboh akibat bantingan, suaranya cukup keras,” ujar satu saksi di lokasi kejadian.
Melihat itu, seorang yang juga diduga juru parkir, datang mencoba membantu. Rupanya berdua tak mampu mengimbangi jurus sang petinju. Hingga pelaku ketiga datang dengan membawa kayu dan mengarahkannya ke bagian belakang kepala Heri hingga oleng.
Tak ingin keributan berkepanjangan, Anang kenudian membonceng Heti meninggalkan tempat itu, tidak ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan medis melainkan ke rumah Anang. Di sana hampir enam jam Heri kesakitan dengan kondisi semakin memprihatinkan. Keesokan paginya, keluarga Heri baru diberi tahu dan diminta datang ke rumah sakit. Tetapi nafas sang petinju sudah berhenti.
“Kami sangat terpukul, karena tak diberi khabar sejak kejadian,” ujar keluarga almarhum dengan nada sangat sedih.
Kepergian petinju 36 tahun ini membuat teramat duka bagi istri dan tiga putra putrinya. Jenazahnya dimakamkan pada Minggu 17 Desember 2023.
Di waktu hampir bersamaam dengan pemakamsn Heri, jajaran polisi sektor Banjarmasin Tengah dan Polresta Banjarmasin bethasil memburu para pelaku pengeroyokan tadi. Mereka adalah Yudha (39), Nabil (18), dan F (15) seorang anak bermasalah hukum (ABH).
Kapolsek Banjarmasin Tengah Kompol Eka Saprianto melalui Kanit Reskrim Iptu Hendra Agustian Ginting kepada wartawan mengungkapkan motif pengeroyokan itu seperti kkronologi versi kefua.
“Ditengarai saat itu F membela perempuan pengunjung yang cekcok dengan seorang pengamen tadi,” ujar Iptu Hendra seperti dikutip dari banjarmasinpost.co.id.
Ketiga pelaku kini dalam peneriksaan intensif pihak polisi yang akan mendalaminya dengan saksi sakdi berikut.(uumsri/foto net)



















