BANJARMASIN aktualkalsel.com–Ini metode terapi yang lagi viral:
Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), cara penyembuhan berbagai penyakit dengan kekuatan doa.
Proses terapi ‘sedekah doa’ ini Minggu 11 Juni 2023 diperkenalkan dan dipraktikan dalam seminar sehari di Hotel Banjarmasin Internasional dengan tema ‘Mengoptimakan Tasa Bahagia untuk Kesehatan dan Sukses yang Bertumbuh dengan SEFT’.
“Kunci kesembuhan berbagai penyakit itu adalah doa. Powering prayer”, ujar Kadarisman Ssos, MAP sang coach & trainner SEFT Healing itu.
Tetapi, menurutnya, bukan doa yang hanya di bibir, bukan doa yang istilahnya sambil berlari, tetapi doa yang kita panjatkan dengan hati penuh cinta dan harap kepada Alloh SWT.
“Doa yang kita panjatkan dengan hati yang konek ke Sang Maha Kuasa, Maha Penyembuh segala penyakit,” jelasnya di seminar dengan moderator ketua Persatuan Wanita Wirausaha (Perwira) Kalsel Wahidah Ony.
Ikhtiar terpuji lainnya dalam metode powering prayer yang ditekankan terapi SEFT ini adalah memperbanyak sedekah doa bagi penderita sakit untuk mereka yang sakit.
“Karena ketika kita sedang sakit dan mendoakan mereka yang juga sakit, maka berkah doa itu juga kembali kepada kita. Jadi perbanyaklah bersedekah doa untuk orang lain yang sedang sakit,” ujarnya lagi.
Dalam seminar itu, trainner SEFT Healing tersebut, melakukan terapi terhadap sepuluh peserta yang mempunyai riwayat penyakit berbeda. Dia membagi peserta menjadi sepuluh kelompok. Tiap kelompok diminta bersedekah doa untuk satu peserta terapi yang duduk berjejer di depan mereka.
“Tolong sedekahkan doa terbaik kita dengan ikhlas sambil menyertakan nama si sakit yang di depan kita ini berikut penyakitnya. Kualitas khusyuk dan ikhlas doa kita sangat berarti dalam meringankan sakit teman kita yang sakit. Dia kita tidak mengurangi satu apa pun dari milik kita,” jelasnya.
Kepada sepuluh peserta terapi, diminta untuk berdoa memohon kesembuhannya. Ikhlas dengan segala takdir penyakit dan memohon agar Alloh SWT yang menemaninya dalam menjalani masa sakit ini.
“Hasilnya kita serajkan kepa Alloh. Ini sebenarnya inti dari terapi SEFT, doa kita doa mereka,” jelasnya.
Usai terapi ‘doa dan sedekah doa’ itu peserta merasakan kondisi yang lebih nyaman. Rasa ikhlas membuat mereka merasa plong. Bahkan satu peserta ‘sedekah doa’ sambil bercucuran air mata menuturkan ketika dia mendoakan peserta terapi, justru rasa plong yang dia rasakan.
“Saya bersyukur bisa disini memberikan mereka doa. Doa terbaik, karena saya juga ada riwayat penyakit, saya merasa bahagia karena bisa bersedekah doa,” ujarnya.
Peseta seminar sebagian besar dari anggota Perwira Kalsel dari berbagai kota di Kalimantan Selatan.(uumsri)



















