BANJARMASIN aktualkalsel.com–“Kita tidak lagi perlu ke Eropa, Dubai, atau Malaysia untuk menikmati sensasi jamuan fine dining dari ketinggian 50 meter. Cukup di Jakarta,”
Ini komentar Ketua DPR RI ke-20 Bambang Soesatyo atau yang lebih populer dipanggil Bamsoet, pada peluncuran layanan ngopi di udara yang berada di kawasan Semanggi Jakarta, Senin 28 Maret 2022 malam.
Hebohnya, Bamsoet menikmati sajian dengan pemandangan kota Jakarta dari ketinggian 50 meter itu ditemani Tommy Suharto dan putranya Darma Mangkuluhur Hutomo yang kini mengikuti jejak sang ayah berbisnis di Jakarta.
Mengutip dari kumparan.com Bamsoet juga menjelaskan
Lounge in The Sky pertama kali beroperasi pada Mei 2006 di Brussels, Belgia. Indonesia menjadi negara ketiga di dunia dan kedua di Asia dalam menghadirkan Lounge in The Sky setelah Belgia dan Malaysia.
Program Lounge in The Sky merupakan bagian dari produk restoran Dinner in The Sky yang telah berpengalaman di lebih dari 60 kota di seluruh dunia dan lebih dari 10.000 kali penyajian.
“Lounge in The Sky Indonesia menawarkan berbagai pilihan paket yang bisa dipesan oleh para turis dan para penikmat atraksi kuliner dengan variasi harga yang terjangkau. Antara lain, paket standard, paket class dan paket first class,” kata Bamsoet.
Struktur melayang panduan untuk kalkulasi dan eksekusi, dengan segala gambar teknis, kalkulasi, dan simulasi yang telah diuji oleh TUV SUD, sebuah organisasi internasional yang berasal dari Jerman, yang memvalidasi keselamatan dari segala macam produk demi melindungi baik manusia maupun lingkungan dari bahaya.
“Tidak heran jika hingga saat ini lebih dari 5 ribu tamu dikabarkan telah masuk dalam waiting list untuk menikmati Lounge in the Sky Indonesia,” pungkas Bamsoet.
Penjelasan Bamsoet ini ditanggapi beragam oleh warganet. Mulai dari kejadiran Tommy Suharto hingga dihubungkan dengan ibu kota negara (IKN) yang baru di kawasan Kalimantan Timur.
“Nnti di ikn kt jg bangun gt lord luhut,” tulis Didiek Akhifillah.
“Kaum the have sedang bernostalgia.. selamat menyaksikan !! 😊 ini tulis Agus Sulistyo.
“Pas enak2 nyantai disitu,tiba2 ada gempa dtg….wuih,ngeper jg rasanya…hhhhhh,” ini komentar Tahta Karlina.
Ngopi di udara ini awal 2022 sudah dilincurkan di Yogyakarta di kawasan pantai. Namun obyek wisata yang bertopang pada teknologi crane ini hanya sempat sehari kemudian dilarang Pemda Khusus Yogyakarta dengan alasan untuk safety dan tidak ada izin.(uumsri)


















