TANAH BUMBU, aktualkalsel. com –– Ibadah haji mengingatkan jamaah pada kematian. Ingat mati yang merupakan salah satu syarat untuk merobohkan dinding arogansi yang selalu ingin menguasai nafsu manusia.
Demikian Ustadz Hidayatullah ketika memberikan khotbah Jumat-nya, ( 1/7/2022 ), di Masjid Agung Nurussalam.
Saat ini, sebut Ustad Hidayatullah, ribuan masyarakat dari berbagai belahan dunia, menunaikan ibadah haji.
Naik haji merupakan rukun Islam yang kelima. Bila datang panggilan tanah suci, menunaikan tugas ibadah haji. Rukun Islam wajib diamalkan oleh setiap orang yang beragama Islam sehingga hal tersebut dapat dijadikan tanda atau tolak ukur keislaman seseorang.
Ketika kiberada di Tanah suci mekah, semua akan meninggalkan pakaiannya, semua orang memakai pakaian putih, selembar untuk menutup bagian atas selembar lagi bagian bawah untuk menutup aurat.
” Ada beberapa simbol haji yang menegaskan perlunya ingat mati diantaranya sebagai berikut, jamaah haji harus mengenakan pakaian ihram yang berwarna serba putih menyerupai pakaian mayat,” kata Ustadz Hidayatullah yang juga staf khusus Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar itu.
Untuk itu sebagai mayat hidup jamaah haji diajak untuk selalu bersikap rendah hati, sabar dan tawakal.

Ini semua, kata Ustadz Hidayatullah, merupakan implementasi bacaan talbiyah. Esensi talbiyah adalah teken kontrak bahwa segala pujian, kenikmatan, dan dan kekuasaan, seluruhnya diserahkan kepada Allah.
“Jamaah haji harus bersih dari simbol status sosial, kepangkatan, dan simbol duniawi lainnya,” katanya.
Wukuf di Padang Arafah merupakan miniatur alam mahsyar ketika saat wukuf di Arafah jamaah haji diingatkan tentang makna hidup, tujuan hidup, pedoman hidup Alquran dan Sunnah dan kematian. Mereka digiring untuk segera bertaubat sehingga kematian yang diraih adalah kematian khusnul khotimah. RSB-01


















