TANAH BUMBU, aktualkalsel.com — Menindaklanjuti rencana pembangunan Bendungan Kusan, di Tanah Bumbu, bupati setempat Zairullah Azhar, Sekda Ambo Sakka, Bappeda Tanah Bumbu dan SKPD terkait minggu depan akan bertolak ke Jakarta. Mereka rencananya bertemu dengan pihak Bappenas.
Kepastian Zairullah ke Bappenas diungkapkan Ketua Bappeda Tanah Bumbu Andi Anwar Sadat kepada aktualkalsel.com, Minggu ( 14/11/20211 ) pagi, di pantai Pagatan, usai berenang bersama Bupati Zairullah.
” Tujuannya agar Bendungan Kusan bisa masuk program proyek strategi Nasional ( PSN ),” katanya.
Sadat menjelaskan, pembangunan Bendungan Kusan ini merupakan cita-cita Bupati Tanah Bumbu untuk mengatasi masalah banjir yang setiap tahun terjadi.
Dan itu, sering diungkapkan Zairullah pada saat kampanye pilbup Desember 2020 lalu.
Sebelum ke Bappenas, Sadat dan sejumlah kepala SKPD lainnya, beberapa hari lalu meninjau Bendungan Tapin di desa Pipitak Jaya, Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin.
Fungsi bendungan Kusan, jelas Sadat, sebagai pengendali banjir, penyimpan air, irigasi yang dimanfaatkan pertanian dan perikanan untuk mengairi persawahan.
Selain itu, kolam -kolam budidaya perikanan yang dimanfaatkan masyarakat sekitar bendungan.
” Disamping itu untuk produksi listrik tenaga air dan pariwisata,” katanya.
Selain memberikan dampak positif, tentu pihaknya harus memperhitungkan aspek lain yang juga disikapi secara cermat.
Misal diantaranya, bagaimana masyarakat harus di relokasi dan diungsikan sementara? Karena selama proses pembangunan, memerlukan lahan kosong untuk tempat tinggal.

Bendungan juga memiliki potensi pengeluaran dampak rumah kaca pada lapisan ozon bumi, dan itu berpotensi mengganggu ekosistem yang ada serta tabel air tanah terganggu yang tadinya harus dialiri menjadi tertahan karena terbendung.
” Hal itulah yang mendasari kita datang untuk kunker atau tinjau lapangan Bendungan Tapin dengan pihak Balai wilayah Sungai ( BWS ) Kalimantan II,” jelas Sadat.
Rencana pembangunan Bendungan Kusan akan menenggelamkan sejumlah desa di sekitarnya.
Untuk itu, perlu dipikirkan memindahkan mereka ke tempat yang lebih baik.
Seperti Bendungan Riam Kanan, pada awal pembangunannya cukup banyak menenggelamkan beberapa rumah warga di sana dengan cara ganti untung atau dan memindahkan mereka ke tempat lebih layak. Edwan/A-01




















