TANGAN dingin Bupati Tanah Laut Sukamta luar biasa. Setelah memimpin daerah ini banyak kemajuan yang diraih.
Dan belum lama ini, Sukamta berhasil memboyong penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2021 untuk kategori Ekonomi.
Penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2021 digelar oleh KORAN SINDO dan SINDOnews.com yang tergabung dalam MNC Portal Indonesia. Penghargaan diberikan sebagai apresiasi pada kepala daerah yang melakukan inovasi dan terobosan dalam membangun daerahnya.
Seperti dikutip dari Sindonews.com, penghargaan diserahkan pada Bupati, karena dirinya dinilai berhasil membangkitkan ekonomi masyarakat. Dia memiliki inisiasi e-marketplace local yang selanjutnya disebut dengan Sistem Order Semua Instansi Lingkup Tanah Laut (Sosialita).
Aplikasi ini memiliki tujuan besar yaitu memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) local.
Acara bergengsi ini dibuka oleh Executive Chairman MNC Group Hari Tanoesudibyo dan dihadiri sejumlah menteri yaitu Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Hary Tanoesudibyo menyatakan apresiasinya pada kepala daerah yang memiliki inovasi tinggi dan memberi inspirasi. Mengingat saat ini ada dalam situasi yang tak mudah. Juga kepala daerah yang memberi inspirasi sehingga memberi kontribusi bagi masyarakat.
Sementara itu, terkait inovasi Teten menyatakan Pemerintah, terutama pemerintah daerah diharapkan terus mendorong percepatan digitalisasi UMKM karena selama pandemi yang bisa bertahan dan hidup adalah UMKM yang sudah terhubung ke ekosistem digital.
“Target kita di tahun 2024 ada 37 juta UMKM yang terhubung ekosistem digital dan saat ini sudah ada 16, 4 juta. Jadi naik 105% sebelum pandemi. Jadi pandemi memang mempercepat UMKM transformasi digital,” katanya.
“Di e-marketplace penjual dan pembeli dapat bertransaksi secara online yang secara fungsi tidak berbeda jauh dengan pasar biasa. E-marketplace ini juga memudahkan pelaksanaan pengadaan barang dan/atau jasa lainnya dengan nilai sampai dengan 50 juta rupiah yang selanjutnya disebut dengan Sistem Order Semua Instansi Lingkup Tanah Laut (Sosialita), “ ujar Bupati kelahiran Kulon Progo ini.
Selain itu, aplikasi e-marketplace juga memudahkan pengadaan barang/jasa pemerintah dengan memprioritaskan UMKM lokal. Kebijakan ini tentunya sangat menunjang pengembangan ekonomi daerah.
Dengan aplikasi Sosialita pelaksanaan pengadaan barang/jasa daerah yang efektif, efisien, transparan, terbuka, bersaing, adil dan akuntabel serta mendorong dan mengoptimalkan peran serta UMKM lokal dalam pengadaan barang/jasa lingkup Tanah Laut. Sehingga tidak hanya barang, namun juga jasa lainnya contoh penjahit, ataupun jasa tukang bisa berdaya.
Manfaat Aplikasi Sosialita
Aplikasi Sosialita ini secara nyata juga meningkatkan Pendapatan Daerah atau Pajak. Syarat utama penyedia diwajibkan menggunakan NPWP Kabupaten Tanah Laut sehingga pajak yang dibayarkan akan menjadi pendapatan daerah. Selain itu, pajak yang dibayarkan dapat terdata dengan lebih jelas dan transparan.
Sejumlah kelebihan dimiliki ketika bertransaksi menggunakan aplikasi ini. Di antaranya transaksi menjadi lebih mudah dan transparan, dokumen tersimpan rapi, ada no invoice dan bertanggal, mudah dipantau dalam pengadaan barang/jasa, sesuai dengan peraturan dan perundangan mengenai barang/jasa, transaksi tidak menggunakan nota pasar, menjembatani Antara Penyedia dan/atau UMKM dengan SKPD Lingkup Tanah Laut, Instansi/SKPD bisa mencari Jasa Peroranga, persaingan pasar yang sehat dan pengadaan menjadi Akuntabel, Mudah dan Nyaman (AMAN).
“Marketplace ini bisa membantu UMKM naik kelas. Pasalnya UMKM dapat belajar bagaimana menangkap belanja pemerintah,” tuturnya.
Selain itu setiap UMKM yang bergabung marketplace Sosialita ini harus memenuhi persyaratan, misal harus punya Nomor Pokok Wajib Pajak, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan lainnya sehingga mereka secara perlahan juga belajar untuk memahami bagaimana belanja pemerintah daerah, berikut aturan perpajakan. “Dan untuk mengurus NPWP dan SIUP semuanya gratis, tanpa pungutan biaya apa pun.
Bila ada masalah dengan pembuatan NPWP dan SIUP, bisa langsung hubungi saya. Nomor whatsapps saya hanya satu, dan semua orang tahu,” katanya.
Tidak hanya itu, Sukamta mengatakan aplikasi ini bisa membantu menyelamatkan UMKM Tanah Laut dari dampak pandemi. Pasalnya sudah ada kejelasan siapa yang akan menjadi pembeli UMKM tersebut.
Untuk pertumbuhan UMKM, Kabupaten Tanah Laut juga membuat terobosan yang sangat inovatif yaitu Gapura Karomah. Program inovatif ini diluncurkan untuk mempermudah UMKM mengakses permodalan.
Dalam suatu kesempatan Bupati Sukamta menjelaskan bahwa pemerintah daerah membuat program Gapura Karomah yang artinya gerakan peningkatan usaha rakyat, kredit tanpa agunan dan rente untuk ekonomi lemah.
Program ini merupakan akses permodalan dengan bunga 0 persen dan tanpa agunan yang dikelola oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) serta merupakan program satu-satunya di Indone
” Tujuan dari program ini agar UMKM betul-betul mudah dalam mendapatkan akses permodalan karena problem utamanya ada disana,” ungkapnya. A-01




















