BERBINCANG dengan Bupati Kabupaten Tanah Laut sungguh mengasikan. Mengalir begitu saja, banyak program yang sudah direalisasikan.
Bukan isapan jempol atau hanya jualan kecap ketika kampanye lalu beberapa tahun lalu, Sukamta, satu persatu merelisasikan janjinya. Melakukan pembenahan satu-satu persatu terhadap yang sudah diprogramkan.
Bagi Sukamta, jabatan itu amanah yang dipercayakan masyarakat dipundaknya. Dan suatu saat, pasti lepas dan tidak ada yang abadi. Hingga suatu ketika, akan kembali menjadi rakyat biasa.
” Jadi pemimpin itu, paling lama sepuluh tahun. Lalu apa yang mau disombongkan.Ini semua amanah dan kita kembali kepada masyarakat,” demikian kalimat yang sering keluar dari mulut Sukamta.
Karena itu, ketika diberi amanah menjadi bupati, Sukamta ingin menjalankan kepercayaan yang diberikan masyarakat.
” Saya jadi bupati ingin melayani rakyat, bukan mencari kekayaan. Karena itu memang cita-cita saya ingin menolong kepada sesama,” kata Sukamta di rumah dinasnya, Jumat, belum lama ini.
Jabatan Sukamta sebagai bupati akan berakhir pada 2023 mendatang, karena itulah dirinya terus mengejar pembangunan diberbagai bidang dan itu mendapat dukungan dari masyarakatnya.
Karena itulah Sukamta terus mengenjot pembangunan di daerah dia pimpinan.
Seperti ditulis sebelumnya, Sukamta tidak segan-segan nginap di rumah warga hanya mendengarkan aspirasi mereka.
Bahkan untuk mengontrol desa, Sukamta hanya menggunakan sepeda motor butut.
Sukamta bermimpi, untuk mengembangkan desa wisata lagi. Setelah Pagatan Besar yang masuk desa wisata nasional diurutan 300 dari 1.853 desa yang dapat anugrah dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, dia ingin mengembangkan desa Riam Adungan.
Desa ini sangat bagus untuk dikembangkan sebagai salah satu andalan, selain objek wisata lainnya.
Hanya saja terkendala masalah infrastruktur karena lokasinya di dalam hutan. Didesa Riam Adungan sangat luar biasa, karena di sini terdapat geopark, susur sungainya bagus, airnya bersih dan sehat.
” Ada goanya, suhu udara nya segar 16 derajat celsius,” katanya.
Sukamta sendiri pernah bermalam di sini, hanya saja hampir semalam suntuk tidak tidur dan berdiskusi dengan warga membahas berbagai hal.
Yang membuat Sukamta senang karena hampir semua desa di Tanah Laut jalan-jalan desanya sudah terang benderang. Masyarakat tidak perlu lagi takut berjalan di malam hari.
” Alhamdulillah semua jalan desa ada penerangannya,” demikian Sukamta. A-01/edwan




















