TANAH BUMBU, aktualkalsel.com— Bupati Kabupaten Tanah Bumbu Sudian Noor dalam waktu dekat akan mengakhiri masa jabatannya. Tinggal menghitung hari, tanggal 17 Pebruari mendatang tidak lagi menjabat bupati.
” Ya, setelah tidak lagi menjadi bupati, saya akan kembali sebagai rakyat biasa. Dan Alhamdulillah, saya kembali mengurusi masjid,” kata bupati kepada aktualkalsel.com, Minggu ( 31/1/2021 ), sebelum menghadari penutupan MTQ XVII, di halaman Masjid Darul Azhar Batulicin.
Saat ini Sudian dipercaya menjadi Ketua Dewan Masjid Kabupaten Tanah Bumbu, yang sehari -harinya akan berurusan dengan kemakmuran masjid.
Sebagai bupati, ibarat tak ada gading yang tak retak. Selama memimpin daerah ini, mungkin masih ada kekurangan di sana sini. Tapi Sudian terus berupaya meningkatkan pembangunan di berbagai sektor.
Menurut Sudian, kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT. Karena itu dia menyadari, kalau dirinya masih ada kekurangan dalam hal memimpin adalah merupakan hal wajar.
Sebab dia hanyalah manusia biasa tidak luput salah khilaf.
” Namun sebagai pemimpin, dalam menerapkan aturan pemerintahan dan lain-lainnya, saya mengacu kepada aturan hukum berlaku dan sesuai prosedur, dan penuh kehati-hatian,” katanya.
Ketika waktu semakin pendek, dan jabatannya akan berakhir, ada salah satu hal yang mengganjal pada diri Sudian.
” PR saya yang belum tuntas adalah memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Tanbu. Apa itu? Salah satunya pelayanan air bersih.
Hingga kini, menurut Sudian, pihaknya belum bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyakat, terutama daerah pinggiran.
Mengacu pada data yang dimiliki Pemkab Tanah Bumbu, pelayanan air bersih hanya banyak dinikmati warga perkotaan. ” Sementara daerah pedesaan masih rendah pelayanan air bersih,” katanya.


Berdasarkan data yang ada, tingkat pelayanan air bersih PDAM Bersujud, Tanah Bumbu belum ada yang mencapai 90 persen.
Dan dari 10 Kabupaten Tanah Bumbu hanya tidak kecamatan yang bisa dilayani 80 persen lebih.
Adalah Kecamatan Simpang Empat 89 persen, Kusan Hilir 86 persen.
Satui pelayanan air bersih mencapai 83 persen.
Sedangkan pelayanan terendah adalah di Kecamatan Mentewe hanya bisa 19 persen, dan Karang Bintang 20 persen.
Melihat data yang ada sekarang, Sudian berharap pelayanan air bersih semakin bisa ditingkatkan sehingga masyarakat terlayani dengan baik. Edwan/SKR















