BANJARMASIN aktualkalsel.com–Pengurus Perkumpulan Perempuan Wirausaha (Perwira) Kalimantan Selatan menyelenggarakan seminar bersama santriwati Pondok Pesantren (Pontren) Darul Ilmi Puteri tentang perlindungan hak anak dari kekerasan seksual Sabtu 11 Mei 2024 di pontren tersebut kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru.
Seminar sehari yang diikuti jajaran pengurus organisasi tersebut di tingjat Kalsel, Banjabaru dan Banjarmasin serta para santriwati tersebut berlangsung sehari dengan dua nara sumber yaitu Muhammad Pandu Aksana, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kalsel serta dr Indah salah satu pengurus Perwira Kalsel.
Ketua Perwira Kalsel Wahidah Ony dalam sambutan pembukaan acara tersebut menyebutkan para santriwati di pondok pesantren seperti halnya pelajar di sekolah umum termasuk anak anak yang berhak mendapatkan perlindungan dari ancaman kekerasan seksual, karena dampaknya sangat merugikan bagi anak dan keluarga..
“Pesan bunda, bekali diri dengan ilmu baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan untuk menghadapi masa depan dan jangan lupa jaga diri baik baik, jauhkan dari pergaulan yang menjerumus pada pergaulan bebas,” ujarnya.
Sebab, menurut pegiat perempuan di Kalimantan Selatan ini, ancaman kekerasan seksual datangnya antara lain dari lingkungan pergaulan.
“Berbekal dengan ilmu agama selama belajar di pondok pesantren, Bunda termasuk orangtua kalian berharap kalian menjadi generasi yang membanggakan keluarga dan masyarakat,” ujar Ony yang juga pengurus Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kalsel ini..
Akhir seminar ditandai dengan penyerahan tanda mata dari ketua Perwira Kalsel kepada kedua nara sumber. (uumsri)




















