BANJARMASIN aktualkalsel.com—ini terjadi pada Sholat Subuh menjelang akhir hayat Rasulullah. Karena sakit maka diperintahkan kepada sahabat beliau Abu Bakar As Shidiq untuk mengimami sholat.
Tetapi, menurut Ustadz Riza Rahman, disebutkan dalan hadist sahih bahwa sahabat yang juga mertua Rasulullah ini tak sanggup menjalankan amanat tersebut hingga pingsan sebelum rakaat selesai.
“Ini dikarenakan Abu Bakar merasa tidak pantas mengimami karena Rasulullah masih ada,” ujar Ustad Riza Rahman dalam kajian Kamis 14 malam 2021 di hadapan jamaah Sholat Magrib Masjid Al Jihad Banjarmasin.
Pingsannya Abu Bakar ini, ujar Ustad Riza mengutip hadist tersebut, membuat suasana Masjid Nabawi waktu itu tidak khusyuk. Lalu disampaikanlah kepada Rasululah melalui istri beliau Aisyah yang merupakan putri Abu Bakar. Namun Rasulullah tetap meminta Abu Bakar mengimami Sholat Subuh tersebut.
Tetapi, setengah jalan tiba tiba Rasulullah keluar dari rumahnya yang berdampingan dengan masjid. Kehadiran Rasulullah ini diketahui oleh jamaah yang terdiri dari para sahabat termasuk Abu Bakar, hingga sang imam mundur dari saf imam untuk memberikan kesempatan kepada Rasulullah melanjutkan mengimami sholat.
Rasulullah yang kala itu sakit cukup parah tak mampu berdiri, maka beliau pun sholat sambil duduk. Duduknya Rasulullah selaku imam demikian langsung diikuti seluruh jamaah.
“Hingga sholat Subuh itu semuanya dalam posisi duduk, karena sesuai dengan syariatnya janaah harus mengikuti gerakan imam dalam sholat berjamaah,” jelas Riza Rahman.
Mengenai pergantian imam dari Abu Bakar ke Rasulullah itu, menurut ustad ini, berlaku hanya untuk Rasulullah .
Itulah, menurut ulama di Banjarmasin ini, kondisi sholat berjamaah terakhir yang diimami Rasulullah. Setelah itu sakit yang diderita Rasulullah semakin parah hingga beliau akhirnya wafat pada hari Senin 13 Rabiul Awal.(uumsri)



















