TANAH BUMBU, aktualkalsel.com — Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu, H. Hasanuddin, menggelar reses di Desa Muara Ujung Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Selasa (2/12/2025). Kegiatan tersebut disambut antusias warga yang memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan berbagai keluhan dan usulan pembangunan.
Dalam kesempatan itu, Hasanuddin menjelaskan bahwa reses kali ini difokuskan untuk menghimpun aspirasi masyarakat yang akan diusulkan pada Anggaran Tahun 2027, mengingat pembahasan APBD 2026 telah rampung.
Keluhan paling dominan yang disampaikan warga berkaitan dengan banyaknya Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak berfungsi. Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan dan meningkatkan risiko tindak kriminal di lingkungan permukiman.
Menanggapi hal itu, Hasanuddin menegaskan bahwa penanganan PJU menyesuaikan status kewenangan jalan. Untuk jalan kabupaten, ia langsung berkoordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) serta Dinas Perhubungan (Dishub) Tanah Bumbu agar segera dilakukan perbaikan.
Warga juga mengeluhkan meningkatnya aksi pencurian akibat kondisi jalan yang gelap. Oleh karena itu, perbaikan PJU dinilai sangat mendesak demi menjaga keamanan lingkungan.
Selain persoalan PJU, warga turut menyampaikan keberatan terkait rencana normalisasi sungai. Rencana pelebaran sungai hingga 15 meter dinilai perlu kajian lebih matang karena berpotensi menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat sekitar. Hasanuddin menyatakan siap menjembatani dialog antara warga dan pemerintah daerah.
Keluhan lainnya datang dari warga Muara Pagatan Tengah, khususnya akses jalan menuju RT 2 dan RT 4 yang hingga kini masih berupa jalan setapak dan hanya bisa dilalui sepeda motor. Kondisi tersebut menyulitkan warga saat keadaan darurat, seperti membawa pasien sakit, ibu melahirkan, maupun jenazah.
Akibat akses jalan yang terbatas, layanan PDAM juga belum dapat menjangkau wilayah tersebut karena kendaraan operasional tidak bisa masuk. Sementara itu, warga RT 3 meminta pembangunan drainase dan pengerasan jalan untuk mengurangi genangan air serta memperlancar mobilitas.
Hasanuddin menilai persoalan infrastruktur di Muara Pagatan dan Muara Ujung Pagatan memiliki kesamaan, terutama terkait PJU dan akses jalan. Ia menambahkan bahwa peningkatan infrastruktur jalan juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru, termasuk akses pelabuhan bagi para nelayan.
Menutup kegiatan reses, Hasanuddin menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi masyarakat agar dapat ditindaklanjuti dan pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. yat



















