BANJARMASIN aktualkalsel.com–Inilah spot sangat cantik yang menjadi saksi detik detik awal datangnya banjir bandang atau di Sumatera dikenal dengan sebutan galodo, yang beberapa jam kemudian meluluhlantakan ribuan bangunan di Sumatera Barat: Jembatan Kembar Padang Panjang.
Rabu 27 November 2025 pagi.
Jembatan yang menjadi ikon sebagai pintu gerbang utama menghubungkan Kota Padang-Bukitinggi-Lembah Anai itu, seperti biasa, sibuk arus lalu lintas. Sinar matahari lemah karena ada gerimis, kondisi jalan pun basah. juga di sekitar zona jembatan yang terletak di Kel Salaing Bawah, Padang Panjang.
Ada belasan wisatawan tengah menikmati aliran air jeram kecil, membentur bebatuan di sungai yang mengawal bawah dan samping kiri kanan jembatan tersebut. Air riam datang dari puncak bebukitan yang menjadikan panorama sangat elok.
“Mereka berteduh di sana,” cerita Walikota Padang Fadly Amran kepada Willie Salim, yutuber yang mendatangi lokasi tersebut paskabencana.
Walikota menunjuk ke arah samping jembatan, ada masjid kecil masih berdiri tetapi bangunan lain yang dimaksud walikota tempat berteduh wisatawannitu sudah mebjadi tumpukan gelondongan berbaur lumpur.
Di pagi Rabu 27 November 2025 itu belasan wisatawan tadi boleh jadi begitu terpesona dengan pemandangan riam yang meliuk liuk di aliran panjang, hingga mereka pun terlambat menyadari bahwa aliran air yang mereka kaguni itu sudah berubah menjadi ancaman. Bebukitan nan elok memuntahkan air deras bersama gelondongan batang pohon, air coklat dan batu dengan ukuran mengerikan.
Saking besar dan kuatnya arus banjir yang orang Minang menyebutnya galodo itu hingga mampu naik ke jalan raya. Bahkan menurut walikota Padang itu, kedalaman banjir hingga hampir penutup gapura jembatan yang tingginya lebih empat meter.
Dari spot wisata elok inilah kemudian air, lumpur, batu dan gelondongan kayu dengan cepat menerjang apa saja yang dilaluinya hingga berkilometer. Galodo di Sumatera Barat melenyapkan sejumlah kampung warga. Di hari yang sama, bencana alam yang sama juga melanda bagian dari Sumatera Utara dan Aceh.
Sepekan paskabanjir dahsyat yang melanda tiga provinsi di Sumatera ini, sekitar 800 orang meninggal dunia dan lebih 200 yang masih dinyatakan hilang. Kampung kampung yang hilang menjadi tumpukan lumpur serta gelondongan kayu yang sebagian besar merupakan batang pohon yang terpotong presisi dan rapi, tanpa daun apalagi akar.
Hari yang sama akun Yunilman Ardiyus memposting rekaman drone yang menelusuri Lembah Anai yang disebut tutik asal galodo. Drone terbang di lembah antara tebing bukit. Terlihat sepanjang ratusan meter bekas tebing longsor akibat tanah lemah setelah puncak bukit diguyur hujan lebih satu hari. Longsoran disertai air, batu dan gelondongan inilah meluncur deras ke bagian bawah.
Jembatan Kembar Padang Panjang kini sudah menuju normal. Tumpukan lumpur dan material dari bukit sudah dibersihkan, banyak pejabat, jurnalis, peninjau dan yutuber datang ke spot ini. Mereka menyaksikan air riam Lembah Anay sudah kembali mengalir bersih dan jinak. Tetapi, mereka sadar tragedi kemanusiaan besar baru saja terjadi disini.(uumsri/foto net)


















