‘
BANJARBARU aktualkalsel.com–Paska ditetapkannya Gubernur Kalsel Sahbirin Noor sebagai tersangka gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak Selasa 8 Oktober 2024, suasana perkantoran di Pemprov Kalsel di Banjarbaru –ibukota provinsi ini– terasa lengang, khususnya bila melihat di arena parkir mobil dinas (mobdin) pejabatnya.
“Saya lihat tadi pagi hingga menjelang siang di parkiran mobdin sekda dan asisten kosong,” ujar Muhammad, warga Banjarmasin yang mengaku biasa berurusan di sana kepada aktualkalsel.com Kamis 10 Oktober 2024.
Dia mengaku Kamis itu berada di sana pada jam awal kerja, sampai dua jam kemudian dan todak melihat di kaplingan parkir mobdin sekda dan para asisten.
“Mungkin juga mereka belum datang, tetapi biasanya setiiap saya kesana melihat adalah sudah yang stan by mobdin mereka sejak pagi,” ujarnya.
Pemprov Kalimantan Selatan kini sedang ‘kosong’ pemimpin utamanya sejak ditetapkannya Gubernur Sahbirin sebagai tersangka gratifikasi dana fee di proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan. Ruang kerja dan rumah pribadi Sahbirin pun sudah digeledah tim KPK.
Sedangkan Wagub H Muhidin masih dalam masa cuti kampanye Pilkada Gub Kalsel 2024. Di kontestasi politik merebutan kursi Kalsel-1 ini Muhidin yang berpasangan dengan Hasnuryadi bersaing ketat dengan istri Sahbirin yaitu Raudhatul Jannah yang juga maju di kompetisi tersebut. Otomatis tertinggal Sekda Roy Rizali Anwar.
Namun di skema yang beredar luas di media sosial tentang operasi tangkap tangan oleh KPK di Banjarbaru itu nama dan foto Roy berada di atas nama dan foto Kepala Dinas PUPR Kalsel Ir Solhan yang kini menjadi salah satu dari enam tersangka yang sudah mendekam di rimah tahanan KPK di Jakarta.
Di skema itu terdapat foto dan nama 17 orang yang kini dalam pemeriksaan KPK. Enam di antaranya ditetapkan sebagai tersangka sisanya termasuk Roy masih belum ada konfirmasi KPK.(uumsri)




















