BANJARMASIN aktualkalsel.com–Jaringan gembong narkoba Fredy Pratama tak ada matinya dalam pergerakannya mengedarkan barang haram sabu dan aneka jenis pil ekstaai yang diperkirakan untuk disuplai wilayah Kalimantam Selatan dan provinsi tetangganya.
Ngerinya, hanya dalam jeda sekitar dua bulan, jajaran Polda Kalimantan Selatan menyita sekitar lebih 200 kilo sabu dan ratusan ribu butir ekstasi melalui operasi di beberapa tempat. Ini angka yang bisa disita, belum lagi yang lolos diedarkan.
Dari data yang diekspos sejumlah portal berita antara pertengahan September 2025 sampai pekan pertama Novemver 2025 ada tiga penyitaan besar oleh jajaran Polda Kalsel. Urutannya:
– Pada konferensi pers Kamis 11 September 2025 Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) menggagalkan peredaran 101,6 kilogram sabu dari jaringan antarprovinsi yang terafiliasi dengan sindikat gembong narkoba Freddy Pratama. Kapolda Kalsel, Irjen Polisi Rosyanto Yudha Hermawan, mengatakan pengungkapan ini menjadi kasus terbesar sepanjang tahun 2025 di wilayah Kalsel.
Mengutip dari Kompas.com di penyitaan terbesar ini, petugas juga menenukan 11.973 butir ekstasi serta 134 gram serbuk ekstasi dan menangkap 60 tersangka, termasuk seorang perempuan.
– Tak selang lama dari pengungkapan terbesar sepanjang 2025 itu, pada Rabu 23 Oktober 2025 jajaran Polda kembali menggagalkan peredaran 70,76 kg sabu.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa, seperti diberitakan CNN, menyebut pengungkapan jaringan Fredy Pratama itu berhasil dibongkar oleh Direktorat Reserse Kriminal Narkoba Polda Kalsel.
“Polri melalui Polda Kalsel telah berhasil membongkar jaringan narkotika milik bandar besar Fredy Pratama dan menyita total 70,76 kilogram sabu,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
– Dan yang terbaru Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan menyita sebanyak 44.532,65 gram atau 44,5 kilogram sabu dan 24.928 butir pil ekstasi dari jaringan yang terafiliasi gembong narkotika internasional Fredy Pratama seperti dikutip dari Kantor Berita Antara
“Tiga tersangka inisial SB, WC dan ED kami tangkap. Mereka yang membawa narkotika dari luar Kalsel masuk ke Banjarmasin melalui Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan Komisaris Besar Polisi Baktiar Joko Mujiono saat merilis pengungkapan kasus tersebut di Banjarmasin, Rabu 5 November 2025..
Dari tiga operasi Polda Kalsel ini lebih 200 kg sabu yang digagalkan peredarannya.(uumsri/foto net)




















