BANJARMASIN, aktualkalsel.com – Kepedulian Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin dinilai masih kurang terhadap musisi jalanan.
Oleh karena itu, sejumlah mahasiswa bersama komunitas dari Yayasan AL-AJYB (Anak Jalanan Yang Baik) mengadu ke DPRD Banjarmasin, Selasa (6/10/2020).
Dalam orasinya, mereka minta pemerintah kota dapat memberikan solusi atas keberadaan para musisi jalanan, yang saat ini dianggap mengganggu ketertiban di masyarakat.
Ketua Sekolah Musik Jalanan Yayasan AL-AJYB (Anak Jalanan Yang Baik) Bahtiar menjelaskan, di tengah kondisi pandemi saat ini, para musisi jalanan terpaksa kucing-kucingan dengan petugas Satpol PP. Untuk mencari nafkah, mereka harus ngamen di tiap perempatan jalan. Pihaknya terpaksa ngamen di lampu-lampu merah.
“Tetapi konsekuensinya kami berkejar-kejaran dengan petugas. Terkait hal itu, kami minta solusi dari pemerintah setempat,” jelasnya, saat berdialog dengan para anggota DPRD Kota Banjarmasin.
Ketua Komisi I DPRD Banjarmasin Suyato mengatakan, seharusnya ada peran serta pemerintah kota, untuk mengakomodir keberadaan para musisi jalan di kota ini.
Hal ini tentunya sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2010 tentang Penanganan Gelandangan dan Pengemis serta Tuna Susila.
“Maka saran kami imej mereka ini harus dibenahi dulu. Karena selama ini masyarakat menilai mereka kurang baik,” katanya, kepada wartawan, Selasa (6/10).
Politikus PDIP ini menegaskan, jika berkaca dengan daerah Yogyakarta, pemerintah di sana telah mengayomi para musisi jalanan dengan memberikan wadah bagi mereka untuk menyalurkan bakat sekaligus sebagai tempat mereka mengais rezeki.
“Supaya teratur seperti di Yogya, bisa saja dengan membentuk satu organisasi yang menaungi mereka. Dan tempat-tempat mana saja yang dapat digunakan untuk mereka berkegiatan. Yang penting imej musisi jalanan di masyarakat yang perlu dibenahi,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, pihaknya pun akan segera memanggil dinas terkait untuk memecahkan persoalan yang tengah dihadapi para musisi jalanan di Kota Seribu Sungai. “Nanti kami juga panggil pihak-pihak yang terkait, termasuk Satpol PP,” ujarnya. MB/Edwan


















