SEDERET capaian hasil pembangunan fisik dan non fisik telah dirasakan masyarakat selama kepemimpinan duet Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah.
Untuk capaian program pembangunan non fisik itu antara lain, membudayakan penggunaan bakul purun dan tumbler sebagai pengganti plastik.
Mengingat program tersebut merupakan salah satu program utama pemimpin kota ini, maka ajak kepada masyarakat agar mencintai kebersihan terutama kebersihan sungai dari kotoran sampah, terutama sampah plastik, gencar dilakukan.
Seperti gerakan 1000 bakul purun, Ibnu-Herman pun mensosialisasikannya dengan cara membagi-bagikan bakul purun kepada masyarakat, yang mereka temui di pasar-pasar tradisional, saat peringatan tiga tahun kepemimpinan mereka.
Berbarengan dengan hal itu, mereka juga mulai mensosialisasikan penggunaan tumbler kepada seluruh lapisan masyarakat kota dengan cara membagikan 1000 tumbler.
Kedua gerakan tersebut memiliki tujuan yang sama yakni untuk menekan jumlah sampah di Bumi Kayuh Baimbai.
Capaian lain yang telah dilakukan Ibnu-Herman adalah pembangunan fisik, beberapa diantaranya seperti pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK), pembangunan tempat fitness out door, pembangunan Rusunawa, pembangunan taman air mancur menari, pembangunan reflika meriam benteng tatas, pembangunan trotoar ramah difabel, membangun Banjarmasin Plaza Smart City, membentuk Kampung KB, Kampung Baiman yang hingga tahun ini berjumlah 16 buah, dan memfungsikan bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Suriansyah, sesuai peruntukannya.
Mengoperasikan rumah sakit kebanggaan masyarakat kota berjuluk seribu sungai itu bukanlah mudah, banyak syarat yang harus dipenuhi sebelum mendapat izin operasional dari Dinkes Pemprov Kalsel.
Mulai dari pembebasan lahan di depan pintu masuk rumah sakit tersebut, menyediakan tenaga dan peralatan medis, hingga membangun kembali fisik tambahan rumah sakit tersebut.
Berkat kerjakeras dan kolaborasi dari seluruh SKPD lingkup Pemko Banjarmasin, akhirnya rumah sakit tersebut kini resmi beroperasional secara penuh.
Berfungsinya rumah sakit tersebut, merupakan sebuah capaian keberhasilan pembangunan yang bisa dikatakan cukup prestisius bagi Pemko Banjarmasin.
Betapa tidak, selama ini, dari tiga belas kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Kalsel, hanya kota ini yang belum memiliki rumah sakit.
Pengoperasian rumah sakit tersebut, ditandai dengan dibukanya secara penuh seluruh pelayanan medis dan non medis bagi seluruh masyarakat di Bumi Kayuh Baimbai seperti, seperti, pelayanan instalasi gawat darurat selama 24 jam, kemudian pelayanan rawat inap, dan rawat jalan berupa 12 pelayanan poliklinik yaitu, Poliklinik Penyakit Dalam, Poliklinik Kebidaan dan Kandungan, Poliklinik Bedah, Poliklinik Anak, Poliklinik Saraf, Poliklinik Rehabilitasi Medis, Poliklinik THT, Poliklinik Jiwa, Poliklinik Gigi dan Mulut, Poliklinik Gizi, Poliklinik Patologi Anatomi, dan Poliklinik Medical Check up.
Menurut Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, pengoperasian rumah sakit tersebut merupakan sebuah catatat sejarah bagi seluruh lapisan masyarakat kota ini. “Mudah-mudahan ini menjadi rumah sakit kebanggaan kita semua. Inilah hasil kolaborasi dan juga kerjasama kita, Kayuh Baimbai untuk mewujudkan rumah sakit kebanggaan,” ujarnya, saat melakukan ujicoba (soft opening) pengoperasian rumah sakit tersebut, beberapa wakyu lalu.
Selain rumah sakit, di kota ini terdapat tempat pelayanan kesehatan dasar terdiri dari 26 Puskesmas, 32 Puskesmas Pembantu, 24 Puskesmas Keliling, 50 Puskesdes, kemudian 354 posyandu, apotik dan balai pengobatan yang tersebar di seluruh kecamatan.
Dari hasil penelitian, lanjut H Ibnu Sina, tahun 2016 lalu, jumlah kunjungan di Puskesmas dan jaringannya sekira 700 ribu kunjungan.
Karena itu, dengan pengoperasian RSUD Sultan Suriansyah ini, ia berharap seluruh lapisan bisa bersyukur dan ikut berbangga karena akhirnya Kota Banjarmasin diusianya yang ke 493 tahun, bisa memiliki rumah sakit umum daerah sendiri.
Kadis Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi dalam kesempatan yang sama menjelaskan, sejak tanggal 1 Agustus 2019 lalu, rumah sakit tersebut telah memiliki izin operasional. Atas dasar itu, maka upaya persiapan pengoperasiannya pun dilakukan jajaran
Pemko Banjarmasin. “Jadi persiapannya itu baik menyangkut sumber daya manusianya seperti berbagai macam kegiatan pelatihan, workshop dan seminar, dan juga beberapa karyawan telah dilakukan, termasuk melakukan persiapan pengadaan alat-alat kesehatan dan non kesehatan, 95 persen sudah terpenuhi semua,” katanya.
Sebelum rumah sakit tersebut resmi beroperasi secara penuh, pihak Dinas kesehatan Kota Banjarmasin bersama para pemimpin kota ini melakukan ekspos soft opening.
Dalam ekspos tersebut, Wakil Walikota Banjarmasin H Hermansyah menekankan, dalam beroperasi, ada tiga pelayanan yang wajib diselenggarakan rumah sakit tersebut yakni, pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan check up. “Jadi tiga hal itu yang utama harus kita lakukan,” ucapnya, saat menyampaikan arahannya saat itu.
Meski kini telah berfungsi, tetapi peningkatan dan pembangunan sarana dan prasana pendukungnya terus dilakukan Pemko Banjarmasin, hingga tempat pelayanan tersebut bisa sejajar dengan rumah sakit lain di kota ini. Lia


















