BANJARMASIN aktualkalsel.com–Ini bukan kisah cinta segitiga biasa biasa saja, yang diperankan Bripda MS, oknum polisi Polres Banjarbaru, pelaku pembunuhan sadis terhadap teman perempuannya. Di usian 20 tahun dan tergolong masih anggota Bhayangkara seumur jagung, petualangan cintanya membuat tim wartawan daerah ini berseru kompak: huuu…
Itu ketika para jurnalis tadi mendengar jejak asmara MS dengan dua cewek sekaligus yang diuraikan Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi. Kisah cinta segitiga satu malam mereka telah membuat warga dua kota di Kalimantan Selatan geger parah: Kota Banjarmasin dan Banjarbaru. Karena berujung sangat tragis, satu dari dua perempuan itu tewas mengenaskan di tangan sang oknum bripda. Menyisakan cerita sangat miris, pula.
Selasa 23 Desember 2025 malam. Melalui komunikasi WA, Bripda MS dan Zah, salah seorang teman perempuannya tadi, sepakat bertemu pada jam sebilan, di satu perempatan kawasan Banjarbaru. Zah datang mengendarai sepeda motor vario sedangkan MS menaiki mobil. Dari sana mereka menuju sebuah minimarket kawasan Gambut untuk parkir kendaraan Zah selanjutnya keduanya naik mobil untuk keliling keliling.
Dalam perjalanan berdua itu, MS sering mendapat panggilan telepon dari perempuan lain yang statusnya adalah tunangan si bripda. Bahkan, rencananya mereka akan menikah pada 18 Januari 2026. Di situasi yang seharusnya tidak mudah ini, MS justru menunjukkan bahwa dirinya bukan sembarang ‘don juan’ , kemesraan dengan Zah dijaganya sementara dia juga tak ingin tunangannya curiga.
Mobil pun dia arahkan ke rumah saudaranya di kawasan Landasan Ulin, kala itu malam sudah semakin larut.
MS masuk ke rumah sang kakak sementara Zah menunggu di mobil. Di rumah itu dia melakukan pembicaraan telepon dengan sang tunangan. Modus dimainkan MS dengan sempurna, meyakinkan si calon istri bahwa malam ini dia duduk manis saja di rumah sang kakak. Faktanya? MS dan Zah tanjap gas lagi melanjutkan kencan tengah malamnya.
Sampai lah di hujung jejak cinra segitiga satu malam itu. MS mengehentikan mobilnya di satu titik kawasan Gambut, entah suka sama suka atau desakan si oknum bripda, keduanya melakukan hubungan terlarang. Dan, entah apa pula yang ada dalam pikiran Zah, selesai bermaksiat, dia mengeluarkan akan menceritakan perbuatan mereka malam itu kepada tunangan MS.
Si oknum bripda pun panik sebab dia sadar betul kalau kencan satu malamnya bersama Zah sampai diketahui tunangannya, hampir dipastikan pernikahan akan gagal dan terjadi huru gara keluarga. Dia pun mencekik perempuan yang baru digaulinya itu, hingga tewas.
“Antara Zah dan tunangan MS sebenarnya adalah teman baik ..,” ujar Kabid Humas Polda Kalsel tadi.
Mendengar keduanya bestie-an, kompak wartawan yang hadir di konferensi pers itu berseru ‘uuuuu…’.
Bripda MS menebarkan pesona cinta kepada dua perempuan yang bersahabat, puncak lakon sebagai seorang ‘don juan’ dimainkannya Selasa 23 Desember 2025 dinihari itu.
Cinta segitiga yang bukan biasa biasa saja, berakhir dengan kematian Zah secara tragis dengan jasadnya dimasukan dalam lobang gorong gorong di sisi halan raya Kota Banjarmaain. sementara MS terancam hukuman 20 tahun plus dipecat sebagai anggota Polri. Kondisi ini yang sudah pasti akan menjadi trauma berat bagi tunangan MS yang juga sahabat mendiang Zah. Mungkin dia tidak menduga kalau antara Zah dan MS sudah menghabiskan kecannya malam itu.(uumsri/foto net)




















