TANAH BUMBU, aktualkalsel.com — di desa Gusunge, desa Wirittasi dan desa Sungai Lembu bakal mendapatkan sertifikasi GT 7
gratis berupa SIUP Penampungan Ikan SIPI Penangkap Ikan.
Sebagai langkah awal pembuatan sertifikat gratis tersebut KSOP Kelas III Batulicin-Kotabaru dengan Dinas Perhubungan Tanah Bumbu dan Pengurus Lembaga Ade Ogi Tanah Bumbu dengan fasilitator di lapangan dalam menyiapkan kegiatan ini, melakukan pengukuran kapal, Kamis ( 18/3/2021 ).
Kepada aktualkalsel.com, Ketua
Lembaga Ade Ogi Tanah Bumbu Fawahisah Mahabatan mengatakan, kepada nelayan, menurut Kasi Status hukum dan sertifikasi kapal KSOP kelas III Batulicin-Kotabaru Suripto program ini merupakan program nasional untuk kapal nelayan GT 7 kebawah yang pembuatan izinnya gratis.
” Ini merupakan bentuk kerjasama yang baik antara lembaga kami dengan pemerintah dibawah kepemimpinan Pak Zairullah dan Pak Rusli,” ungkapnya.
Pengurus Lembaga Ade Ogi Tanah Bumbu telah merencanakan gerakan inovasi- inovasi baru salah satunya bekerjasama dengan dinas – dinas , seperti Dinas Perhubungan dan KSOP.
” Tapi kedepan kami berharap bisa bekerjasama dengan dinas Perikanan, Dinas Pertanian , Dinas Pendidikan Kebudayaan, Disporpa dan dinas yang lainnya,” ungkapnya.
Karena orang Bugis juga banyak yang bekerja dibidang pertanian, tambak ikan, seni dan budaya dan olahraga serta pekerjaan-pekerjaan lain sehingga kehadiran Lembaga Ade Ogi Tanah Bumbu bisa membantu dalam meningkatkan kemampuan mereka dan ikut serta membangun Tanah Bumbu yang lebih maju.
Sementara itu, Kabid Dishub Tanah Bumbu Ahmad Marlan, dari Dishub
Kabupaten Tanah Bumbu mengucapkan terimakasih.
” Apalagi kegiatan ini kami sangat terbantu oleh adanya Lembaga Ade Ogi Tanah Bumbu yang secara sukarela turun ke lapangan mendata dan mensosialisasikan ke nelayan,” katanya.
H. Nase, nelayan desa Gusunge, Kecamatan Kusan Hilir — mewakil keluarga nelayan lainnya — sangat berterimakasih. Menurutnya kegiatan seperti ini sangat membantu bagi nelayan Tanah Bumbu, khususnya pesisir pantai Pagatan.
Diera kepemimpinan Zairullah Azhar dan Muhammad Rusli, mereka juga mengharapkan bantuan fasilitas lainnya untuk para nelayan. Edwan





















