BANJARMASIN aktualkalsel.com–Monumen perjuangan rakyat Banjarmasin ini tergolong mini, nyempil di halaman sebuah kantor perintahan di kawasan Jl DI Panjaitan Banjarmasin. Jalan yang setiap jan kerja padat dengan lalu lintas serta parkiran kendaraan roda dua dan empat.
Inilah kawasan perkantoran yang paling banyak jumlah instansinya, sebagian besar milik pemerintah pusat. Termasuk Kantor Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Banjarmasin yang di halaman depan bagian tengahnya nyempil monumen terbuat dari marner hitam tadi.
Di tugu setinggi sekitar satu meter -an itu dipatri nama sembilan pahlawan Banjar yang gugur dalam perjuangan melawan penjajah pada hari Jumat 9 November 1945 atau sehari mendahului Hari Pahlawan Nasional. Dan disetiap tanggal dan bulsn yang sama, disana dilaksanakan upacara mengenang perjuangan para pahlawan itu.
Pada November 2023 hari Jumat berteoatan dengan Hari Pahlawan 10 November. Tampak di monumen sembilan pahlawan perjuangan Rakyat Banjarmasin itu masih ada tampak taburan bunga yang dilakukan sehari sebelumnya.
Tidak jauh dari monumen itu, hanya dibatasi satu anak sungai kecil, terdapat satu rumah tua terbuat dari kayu dengan bumbungan tinggi. Tampak tak begitu terawat, di pekarangan rumah yang cukup luas, kini dijadikan tempat parkiran umum dan satu bangunan kecil dari papan semacam kios yang ditempeli spanduk mencolok ‘rumah ini dijual’!
Rumah itu milik alm Amin Effendi, salah seorang tokoh perjuangan Rakyat Banjarmasin yang berhasil lolos dari maut dalam perlawanan pada 9 November 1945 tersebut. Berpuluh tahun sebelum meninggal, dia menempati rumah yang menjadi saksi bisu sejarah daerah ini.
“Salah satu basis untuk rapat perjuangan kita,” tutur Amin Effendi kepada penulis ketika mewancarai lebih 25 tahun lalu.
Berpostur tinggi dan tegap walau sudah sepuh ketika itu. Sikap tegas dan pemberani terkesan dari cara bicara dan prinsip hidupnya. Dia menempati rumah bersejarah itu hingga akhir hayatnya pada 2007.
Itulah dua spot bersejarah yang ada di satu jalan di Banjarmasin. Sejarah perjuangan rakyat untuk mengusir Belanda. Menjadi saksi bisu sejarah yang terkadang senyap dari perhatian generasi penerusnya.(uumsri)



















