BANJARMASIN aktualkalsel.com–Kasus keracunan masal makan gratis bergizi (MGB) di tiga sekolah kawasan Kota Martapura, Kalimantan Selatan, diduga dipicu dari rendahnya kualitas menu yang disajikan pada hari itu Kamis 9 Oktober 2025.
Dari pemberiraan yang beredar cepat dan masiv di media sosial pada hari itu menu yang disajikan adalah lima varian yaitu nasi kuning, ayam suwir, orek tempe, tumis labu siam dan wortel plus sepotong buah melon. Makanan itulah yang kini dalam penelitian laboratorium untuk memastikan varian mana yang menjadi pemicu keracunan murid murid tersebut.
Mengutip dari banjarmasinpoat.co.id, ada beberapa murid di SMA IT Assalam Martapura yang menjadi korban MGB tersebut mengaku ada rasa aneh ketika memakan ayam suwirnya.
“Ada rasa rasa pahitnya,” ujar murid tersebut.
Selain ayam yang terasa pahit krtika disantap, ada juga yang merasa potongan buah melon terasa asem seperti tak segar.
“Masam seperti basi,” ujar mereka.
Pengajuan para korban ini memicu spekulasi di kalangan nitizen bahwa rendahnya kualitas dicurigai karena masakan ketika dikemas dalam keadaan panas sehingga berpengaruh pada kondisi potongan buah yang sudah dikupas.
Ada juga yang menyebutkan, kemungkinan ompreng yang digunakan kurang higenis sehingga mencemari makanan apalagi bila dikemas dalam kondisi panas.
“Besar kemungkinan dapur MBG mengemasnya panas panas untuk mengejar proses waktu pengiriman sampai di sekolah,” tulis mereka.(uumsri/foto net)



















