BANJARMASIN aktualkalsel.com–Peristiwa keracunan masal makan gratis bergizi (MBG) yang menyebabkan puluhan siswa di Kota Martapura, Kalimantan Selatan, dilarikan ke rumah sakit, memunculkan banyak reaksi masyarakat yang mengkritik kondisi dapur MBG di zona tersebut.
Bahkan ada nitizen menulis pengalamannya menyaksikan kondisi dapur katering penyedia MBG di beberapa sekolah yang mengalami keracunan masal tersebut. Dia menyebut rumahnya dekat dengan dapur tersebut.
“Rumah ku parak wan dapur MGB itu, jadi kulihat orang orang masak mulai jam 10 malam, siang baru dibagikan jadi makanannya sudah pada basi, habis itu aku pernah memposting di FB makanannya yang basi itu, sekalinya pihak sekolah tidak terima dan aku dipanggil kepseknya,” tulis ahmad bahas di kolom komentar berita yang beredar di media sosial pada Kamis 9 Oktober 2025.
Hanya saja nitizen yang mengaku sempat dipanggil kepala sekolah tersebut tidak menyebutkan langsung sekolah mana dari tiga yang terdampak keracunan MBG tersebut dan apakah kepsek yang memanggilnya itu adalah kepsek yang menjadi ikut menjadi korban dirawat tersebut.
Pada hari itu ramai diberitakan setidaknya ada tiga sekolah di kawasan Kota Martapura, Kalimantan Selatan, dengan jumlah murid puluhan orang mengalami keracunan masal MBG termasuk satu kepala sekolah. Mengutip banjarmasinpost.co.id ada tiga sekolah yaitu SNA IT Assalam, SDN Pasatangan dan SD Muhammadiyah.
Dari setidaknya 37 orang yang dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan keluhan muntah, pusing dan lemas itu termasuk kepala sekolah SMA IT Assalam pada Kamis 9 Oktober 2025.
Pihak kepolisian sudah membawa sempel makanan yang disajikan pada hari itu untuk diperiksa di laboratorium.(uumsri/foto net)



















