BANJARMASIN aktualkalsel.com–Dalam sepekan ini rakyat Indonesia dihebohkan dengan anggaran untuk pergantian gorden di setiap rumah dinas (rumdin) anggota DPR RI yang jumlah rupiahnya sangat fantastis: Rp48,7 miliar sekian!
Gemparnya memang dalam dua pekan terakhir ini, padahal rilis anggarannya sudah sejak Maret 2022z Mengutip laman suara.com, Sekjen DPR RI Indra Iskandar menyebut angka lebih 48 miliar itu diperuntukan bagi 505 unit rumdin yang akan diganti gordennya. Menurut hitungan dia, jumlah tadi kalau dibagi ke setiap rumah maka ketemu angka yang menurutnya rasional yaitu Rp90 juta termasuk untuk pajak hibgga bersihnya sekitar Rp80 juta.
Apalagi menurut dia, ada sebelas item dalam paket gorden yang akan diganti.
“Komponennya itu di lantai satu untuk jendela ruang tamu; dua, pintu jendela ruang keluarga; tiga, jendela ruang kerja; empat, ruang tidur utama; lima, jendela dapur; enam, jendela tangga,” kata Indra akhir Maret 2022.
Itu baru item di lantai satu.
“Untuk lantai dua jendela ruang tidur anak, kemudian jendela ruang tidur anak, jendela ruang tidur anak, jendela void ruang keluarga dan jendela ruang tidur asisten rumah tangga. Jadi ada 11 item tersebut dari angka yang saya sebutkan Rp80 juta sekian,” dan jendela ruang tidur asisten rumah tangga. Jadi ada 11 item tersebut dari angka yang saya sebutkan Rp80 juta sekian,” jelasnya waktu itu.
Sebelum realisasi pekerjaan, muncul perbandingan harga yang lebih membumi. Itu testimoni seorang anggota dari Fraksi PKB Lukman Hakim yang mengaku sudah mengganti gorden rumdin yang ditempatinya sekarang dengan dana pribadi.
“Total biaya habis Rp30 juta, memang masih ada satu kamar yang gordennya belum diganti pada 2020 itu,” ujarnya.
Karena baru diganti dua tahun lalu, Lukman Hakim menolak pergantian masal dari sekretariat dewan di Senayan ini.
Dengan muncul perbandingan harga versi Lukman ini, maka anggaran Rp48,7 miliar lebih itu menjadi terlalu tinggi, juga masih lebih besar dibandingkan perkiraan pihak konsultan yang menaksir di kisaran Rp46,1 miliar atau selisih hampir Rp2 miliar. Sudah termasuk PPN yang 11 persen itu.(uumsri)



















