BANJARMASIN aktualkalsel.com—Menjadi pembahasan viral nitizen di media sosial tentang ancang acang produsen mi instan untuk menaikkan harga jual secara fantastis.
“Iya ramai banget reaksi nitizen di grup grup medsos, ampun rencana naiknya sampai 300 persen. Itu isu yang beredar,” ujar Kurnadi, mahasiswa di Banjarmasin yang membenarkan isu kenaikkan mi instan 300 persen ini tengah viral di medsos.
“Setiap hari jadi materi bahasa di grup medsos kami, juga di grup lainnya,” ujarnya.
Umumnya, menurut dia, nitizen menyebut rencana kenaikan itu sangat tidak logis. Angka 300 persen itu disebutnya bakal ‘kiamat’ bagi mahasiswa yang selama ini mengandalkan mi instan sebagai menu harian mereka dengan pertimbangan murah, meriah dan praktis.
“Kalau naiknya 300 persen artinya satu bungkus mi instan mencapai rp12 ribu an. Kalau sehari dua atau tuga bungkus jatuhnya tidak lagi jadi irit dan praktis, malah boros,”ujar dia.
Di pembahasan itu, mereka mengaku tidak hanya fokus pada kenaikan yang fantastis saja tetapi juga sharing mencari makanan pengganti mi instan.
“Nasi, telur atau tempe-tahu disebut sebut sebagai pengganti nasi+mi instan, tetapi kan perlu goreng menggoreng,” ujarnya lagi.
Pembahasan rencana kenaikan harga mi instan 300 persen ini juga sudah menjadi isu di warung warung.
“Sudah satu bulan ini semua produk mi instan naik kisaran Rp500,- sampai Rp1.000 perbungkusnya,” ujar Amang, penjual pancarekenan di kawasan Antasan Besar, Banjarmasin Tengah.
“Sales sales sudah ngomongin naik 300 persen itu. Gak tahu realisasinya nanti. Naik segitu kemungkinan akan sangat berpengaruh pada penjualan,” ujarnya.(uumsri/foto net)



















