BANJARMASIN aktualkalsel.com—Warung penjual gas elpiji ‘melon’ tiga kg di Banjarmasin masih mempermainkan harga ke konsumen. Bahkan ada yang menjualnya sampai Rp40 ribu.
“Iya ada yang tega jual Rp40 ribu. Mereka cerita, mengeluh,” ujar Amang, seorang sales makanan ringan yang setiap hari keliling warung warung di Banjarmasin , Kami 28 Juli 2022.
Menurut dia, warung yang menjual dengan harga tinggi tersebut berspekulasi dengan memperkirakan gas tiga kilogram itu masih akan terbatas beredarnya hingga pekan pekan kedepan.
“Padahal belum tentu laku, tetapi kalau ada yang beli ya dijual dengan harga itu,” ujarnya.
Sementara seorang pemilik warung yang biasa menjual elpiji ‘melon’ di kawasan Kelurahan Antasan Besar mengaku sejak beberapa hari ini tidak dapat suplai elpiji.
“Kosong, gak dapat. Terakhir saya jual Rp30 ribu,” ujarnya.
Mahalnya harga elpiji ‘melon’ di pasaran luaran pangkalan memang bervariasi, tetapi rata rata dengan kisaran Rp30 ribu sampai Rp35 ribu.
“Di kawasan Sungai Andai dijual Rp35 ribu,” ujar pemilik warung yang mengaku juga punya warung di Sungai Andai.
Berbeda dengan kawasan padat penduduk yang mengangkat harga elpiji di ayas 30 ribu, seorang pedagang di kawasan Alalak Berangas mengaku menjual Rp28 ribu.
“Itu pun beberapa hari baru ada seorang yang beli. Selain penduduknya tidak padat juga masih ada warga yang pakai kayu bakar,” ujarnya.(uumsri/foto net)


















