BANJARMASIN aktualkalsel.com–Sabtu dan Minggu menjadi hari favorit anak anak kawasan Kampung Arab, Kelurahan Pasar Lama Banjarmasin Tengah. Itulah dua hari yang menjadi momentum mengisi waktu dengan bergelayutan di pinggiran perahu kelotok wisatawan yang menyusuri sungai kampung mereka.
Tergolong ekstrem dan berbahaya, tetapi mereka menyebut sebagai permainan asyik.
“Untuk main main saja,” ujar mereka ketika ditemui di jalanan Kampung Arab, usai mereka berbasah basah terjun ke sungai dari atap perahu kelotok yang tengah melaju.
Setiap satu anak terjun maka akan diiringi dengan teriakan penumpang kelotok yang tak lain adalah para wisatawan lokal yang lagi menikmati wisata susur sungai di Banjarmasin. Padahal setiap kelotok yang melintas di sungai itu akan ditumpangi bisa sampai sepuluh anak.
Yang membuat deg degan sebenarnya bukan hanya tatakala mereka satu persatu terjun ke sungai dari atap kelotok yang tengah jalan, tetapi cara mereka memanjat perahu bermesin. Mereka menunggu di dermaga siring Kampung Arab, ketika kelotok lewat dengan muatan wisatawan, mereka berenang menghampiri. Gagal memanjat bagian depan, mereka mengulanginya sampai di belakang. Tatkala mesin terus berputar.
“Bahayanya kalau kaki mereka tersenggol mesin di bagian bawah perahu. Bikin deg deg an,” ujar satu wisatawan.
Jarak antara mereka mulai memanjat sampai saat terjun ada sekitar 300 meter. Namun mereka mengulanginya belasan hingga puluhan kali. Biasanya mereka terjun mendekati bawah Jembatan Pangeran yang menghubungkan Jl S Parman dan Kayutangi.
Setelah terjun mereka akan menepi ke tebing jalan, lalu kembali ke dermaga start dengan berjalan kaki dalam kondisi basah kuyup. Dan ini mereka ulangi berkali kali.
Memanjat perahu mesin yang tengah melaju tentu bukan hal mudah, apalagi di air. Apalagi mereka hanya mengandalkan kaos tangan rajut yang rata rata sudah usang dan berlobang bagian telapaknya.
“Supaya kuat memegang pinggiran perahu ketika memanjat dan tangan tidak lecet ,” ujar satu anak.(uumsri)



















