BANJARBARU aktualkalsel.com–Mampukah kah ‘kotak kosong’ menang melawan pasangan Lisa-Wartono di pemilihan suara ulang (PSU) Banjarbaru Sabtu 19 Arpil 2025?
Pertanyaan logis, mengingat selama ini di Kalimantan Selatan perlawanan kotak kosong terhadap paslon yang dihadapi belum pernah lagi ada yang menang. Selalu sudah terpental pada hitungan awal quick count, sekalipun. Karena ibarat partai tanding, kotak kosong harus melawan gerbong panjang yang bermuatan partai politik (parpol) besar dengan jumlah buaanyaak. Bahkan biasanya semua parpol kumpul di sini.
Pada Pilkada di Kalsel 2024, kotak kosong langsung keok di Kabupaten Balangan dan Tanah Bumbu. Dua daerah inilah yang fenomenal mengusung kotak kosong.
Bahkan di Kabupaten Tapin yang disebut sebut sebagai pelopor hadirnya ‘kotak kosong’ pada pilkada di Kalsel 2018 lalu, kotak kosong nyaris tak diberi ‘nafas’ oleh lawan tandibgbya. Pasangan Ariffin memang hanpir 90 persen suara, sisanya karena banyak lembaran yang rusak.
Sementara secara nasional dari 38 daerah yang mengusung kotak kosong hanya Kotamadya Bangka yang mampu mengakahkan pasangan manusia dengan perolehan suara lebih 57 persen.
Akankah kotak kosong di PSU Banjarbaru 2025 ini juga mengalami nasib naas, kalah melawan paslon Lisa-Wartono? Jawabannya belum tentu, setidaknya pasti ada perlawanan sengit dalam raihan suara.
Sebab apa? Kotak kosong di PSU Banjarbaru hadir bukan karena gambaran kejuatan belasan parpol besar yang berjejal di gerbongnya duet Lisa-Wartono seperti umumnya yang terjadi, melainkan seolah seperti penjelmaan ‘paslon Aditya-Habib Abdullah’ yang walaupun dieliminasi KPU namun tetap menang telak menurut raihan suara di pemilihan 2024 lalu dengan angka lebih 66 persen. Selisih yang luar biasa.
Catatannya tentu atmosfer Pilkada Banjarbaru 2024 yang kolom ‘Aditya-Habib Abdullah’ menang telak, sangat lah berbeda dengan PSU Banjabaru 19 April 2025 ini. Perlawanan terhadap paslon tunggal gemanya tidak semassiv pada tahun lalu. Namun, prediksinya tetap tanding ulang ini bakal seru. Bahkan ada yang mengistilahkan begini: bila Lisa-Wartono menang itu biasa saja, bila kotak kosong yang unggul itu baru berita.
Hitungan lemahnya, mungkinkah kotak kosong menang? Bila terjadi maka pasangan Lisa-Watono kalah 2:0. Dan sejarah di Pilkada Walikota Makassar 2018 terulang, pasangan Munafri disana kalah. Dan kembali kalah ketika Pilkada digekar tahun berikutnya..
Untuk PSU Banjarbaru 2025 ini, akankah Lisa menjadi perempuan satu satunya yang menjadi kepala daerah di Kalsel hingga lima tahun ke depan? Lima jam setelah ini aolikasi hitung cepat bisa menjawabnya.( uumsri/foto net)



















