BANJARMASIN aktualkalsel.com–Dana hibah dari Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk operasional program program pengurus Majelis Ulama Indonesia MUI) Kalsel hingga pertengahan Mei 2026 belum masuk ke rekening lembaga keagamaan tersebut. Ini memicu kekhawatiran pengurus yang mempunyai agenda penting yaitu Rakerda dan Dialog Kebangsaan pertengahan 2026.
Itulah pada rapat Dewan Pimpjnan MUI Kalsel dan panitia Rakerda & Dialog Kebangsaan menginisiasi dibukanya donasi rp100 ribu/per pengurus untuk disalurkan pada program bertajuk ‘Koin MUI Kalsel’.
Donasi tersebut memang mendapat sambutan luar biasa di kalangan pengurus lembaga. Mereka responsif menyalurkan bantuan melalui rekening yang dibuka. Dalam tempo baru satu hari, sudah jutaan rupiah yang terkumpul. Walau demikian, ada juga anggota pengurus yang menpertanyakan apakah hibah Pemprov Kalsel benar benar ditiadakan untuk 2026? karena ini belum pernah terjadi.
Menanggapi hal tersebut, Sektum MUI Kalsel Nasrullah MH membenarkan kondisi seperti ini baru pertama terjadi.
“Sejak era kepemimpinan Gubernur Kalsel Sahriel Darham, Rudy Ariffin dua periode dan Paman Birin dua periode, tidak pernah hibah pemprov ditiadakan,” ujar Nasrullah yang dihubungi aktualkalsel.com Minggu 17 Mei 2026 petang.
Menurut dia, hibah untuk lembaga MUI ini dijamin dalam Perpres No 151 tahun 2014 tentang Pendanaan MUI yang tertulis:
• Fokus Utama: Memberikan kepastian dukungan dari Pemerintah Pusat berupa bantuan pendanaan untuk menunjang kegiatan operasional dan program kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI).
• Tujuan: Membantu peran MUI sebagai wadah musyawarah para ulama dan cendekiawan dalam mengayomi umat, meningkatkan kualitas akidah, dan mendorong partisipasi umat Islam dalam pembangunan nasional. (uumsri)


















