BANJARMASIN aktualkalsel.com–Video dangdutan di acara penutupan MTQ Kabupaten Banjar 2022 ramai beredar di media sosial dan membuat gempar masyarakat luas.

Video penyanyi dangdut berbusana hitam putih di atas panggung yang berlatar spanduk besar MTQ Kabupaten Banjar 2022 dan dibawah panggung massa berjoget ria. Dan jogetan penonton yang menimpali lagu berjudul ‘bara bere’ itu telah menyulut banjir kritikan yang menyebut tidak pantas forum tilawah kitab suci Alquran itu dicampuradukan dengan dangdutan.
“Alquran itu Kitab Suci, Kalan Ilahi dan membacanya pun bernilai ibadah, jadi sangat tidak pantas ditimpali dengan dangdutan,” ujar nitizen yang menyimak video tersebut.
Banyaknya kritikan tersebut ditanggapi dengan penjelasan klarifikasi oleh ketua panitia penyelenggara Agus Hidayat yang juga camat Mataraman, wilayah berlangsungnya MTQ.
Di hadapan wartawan Hidayat memberikan klarifikasi selama sekitar 3 menit 30 detik tentang kronologis dangdutan itu seperti disajikan siaran langsung bpost online Kamis 16 Juni 2022 sebelum waktu Sholat Asar.
“Ini diluar acara resmi dan kemampuan kami. Akan dijadikan sebagai masukan dan koreksi untuk perbaikan ke depannya. Kami mohon maaf,”ujar Hidayat.
Sebelumnya dia memaparkan tentang kronologisnya: MTQ Kabupaten Banjar 2022 itu ditutup okeh wakil bupati Banjar diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan diakhiri dengan doa.
“Kemudian wakil bupati menyerahkan tropi kepada pemenang pertama,” jelasnya.
Setelah itu wakil bupati dan undangan lainnya meninggalkan lokasi. Acara resmi pun sudah selesai sesuai jadwal. Sedang di arena panggung ada oficial para juara 2 dan 3 mengambil tropi masing masing dengan diselingi musik Islami. Nah setelah itulah terjadinya musik dangdutan hingga menuai banyak kritikan itu.
“Kami minta maaf atas kejadian ini,” ujar camat Mataraman itu. (uumsri)


















