BANJARMASIN aktualkalsel.com–Pembangunan ‘Jembatan Kembar Sulawesi’ Banjarmasin yang sempat terhenti akibat insiden patah besi penahan lantainya, kini sudah terhubung antara bagian timur dan baratnya.
Bahkan oprit di dua bagian sudah bisa dilintasi. Di sebelah timur, oprit yang melengkung menuju kawasan seberang Pasar Lama Banjarmasin bahkan per 1 Januari 2023 sudah ramai dilalui warga.
Begitu pula oprit di bagian barat yang menuju kawasan Pasar Lama, selain menjadi arus masuk kendaraan ke dalam pasar juga ramai dijadikan ‘parkir’ pengunjung pasar.
Kini ‘jembatan kembar’ ini menampakan dua jembatan berdampingan dengan desain dan ukuran hampir sama hanya beda warna. Kalau jembatan yang lama untuk arus lalu lintas dari Jl Sulawesi menuju Majid Jami warnanya hijau dan kuning, maka ‘jembatan kembar’ baru untuk arus sebaliknya berwarna biru kuning.
‘Jembatan Kembar Sulawesi’ ini juga mempunyai jalan terowongan’ yang menghubungkan arus dari Antasan Kecil Timur (AKT) ke kampung yang ada di seberang Pasar Lama, sehingga mereka tak perlu menaiki jembatan karena ada di bawah kolongnya.
‘Terowongan’ ini juga bisa menjadi alternatif warga dari kawasan AKT yang hendak
menuju arah Jl Sulawesi sebelum mereka menaiki jembatan yang baru sehingga mereka tidak perlu putar arus di kawasan depan Masjid Jami.
Yang masih menjadi pertanyaan adalah apakah ‘terowongan’ kolong jembatan juga dibuat di sebelah barat untuk memudahkan warga di Antasan Kecil Barat atau yang dikenal dengan sebutan Kampung Arab menuju masuk Pasar Lama agar tidak memotong arus di oprit kedua ‘jembatan kembar’ itu.(uumsri)




















