BANJARMASIN aktualkalsel.com–Status Pegawai Pemerintah dengan Peejanjian Kerja (P3K) di lingkungan Pemko Banjarmasin tengah menjadi bahasan di media sosial. Itu setelah Walikota M Yamin menginstruksikan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Inspektorat Daerah untuk tegas mengawasi kinerja mereka dan mengevaluasinya.
“Kalau memang kinerjanya tidak baik, maka konsekuensinya akan ada namanya pemotongan tunjangan kinerja,” tekan Yamin seperti dikutip dari banjarmasinpost.co.id Selasa 20 Januari 2026.
Reaksi keras Walikota Banjarmasin itu terhadap kinerja P3K tersebut sebagai respons banyaknya laporan masyarakat tentang lemahnya kinerja sejumlah P3K padahal baru dilantik. Mereka malas bahkan mangkir hingga keluyuran di jam kerja.
Sikap tegas M Yamin ini langsung mendapat dukungan dari warganet. Bahkan agar instruksi walikota Banjarmasin itu berdaya guna alias tidak hanya sekadar statemen, mereka ramai ramai memberi masukan tambahan kepada sang walikota.
“Jangan hanya dipotong tunjangannya Pak, pecat saja klo malas,” tulis Rafa.
Saran tergolong ekstrem ini dianggap nitizen justru tidak mungkin dilaksanakan karena ada faktor X yang sangat kuat.
“Ngaleh (sulit) bro, sebab kebanyakan mereka adalah bawaannya pejabat juga,” komentar di akun Rasyidi.
“Kada kawa, mereka banyak jalur ordal alias orang dalam,” tulis usnie.
“Cerminan atasannya itu, andai disiplin pejabatbya maka P3K tidak akan berani suka mankir atau malas,”ini komentar dar akun umar.
“Jangan hanya P3K yang diawasi dan diberi sanksi, yang sudah ASN juga banyak yang malas dan keluyuran di jam kerja,” tulis yang lain. (uumsri/foto net)



















