TANAH BUMBU, aktualkalsel.com – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tanah Bumbu bersama jajaran Komisi III melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Jembatan penghubung Pulau Kalimantan (Tanah Bumbu) dengan Pulau Laut (Kotabaru), Rabu (7/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan progres fisik proyek strategis tersebut berjalan sesuai rencana di awal tahun 2026.
Peninjauan lapangan dipimpin Wakil Ketua DPRD Tanah Bumbu, H. Hasanuddin, didampingi H. Abdul Kadir serta anggota Komisi III, Andi Asdar Wijaya. Rombongan meninjau langsung titik pembangunan di sisi Tanah Bumbu, sekaligus berdialog dengan pengawas proyek dan dinas teknis terkait.
H. Hasanuddin menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap proyek strategis daerah yang berdampak luas bagi masyarakat Kalimantan Selatan.
“Kami ingin memastikan sejak awal tahun, progres pembangunan berjalan sesuai target. Jembatan ini memiliki peran vital sebagai penghubung Tanah Bumbu dan Kotabaru, sekaligus menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, DPRD berkepentingan memastikan tidak ada hambatan signifikan, baik dari sisi teknis maupun non-teknis, yang dapat mengganggu jadwal pembangunan.
Selama peninjauan, para wakil rakyat menyaksikan langsung aktivitas pekerjaan, mulai dari pemasangan struktur hingga proses teknis lainnya. Sejumlah masukan juga disampaikan kepada pihak pelaksana untuk mengantisipasi kendala yang berpotensi muncul di lapangan.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu, Andi Asdar Wijaya, menekankan bahwa kualitas konstruksi harus menjadi prioritas utama mengingat jembatan ini memiliki bentang panjang dan nilai strategis tinggi.
“Ketepatan waktu memang penting, tetapi kualitas tidak boleh dikompromikan. Jembatan ini harus kuat, aman, dan memiliki umur pakai panjang karena akan digunakan oleh masyarakat dalam jangka waktu lama,” tegasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa jembatan Kalimantan–Kotabaru berpotensi menjadi ikon baru infrastruktur Kalimantan Selatan, sekaligus membuka akses ekonomi yang lebih luas di kawasan pesisir.
Pembangunan jembatan ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh antarwilayah, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Tanah Bumbu dan Kotabaru. Kegiatan monitoring ditutup dengan evaluasi singkat bersama tim pelaksana proyek di lokasi pembangunan. ril



















