BANJARMASIN aktualkalsel.com–Konten video pendek berisi sindirian korban banjir di Kalimantan Selatan terhadap kepala daerah mereka, semakin marak dan gokil di media sosial.
Satire yang dikemas dalam simulasi korban menerima bantuan dari pemimpin mereka itu menggambarkan saking lamanya mereka menunggu perhatian dan bantuan pemimpin daerah mereka yang tak kunjung datang akhirnya berbuah halusinasi.
“Terima kasih pak gubernur , pak bupati atas bantuan buhan piyen,” demikian antara lain ocehan satire yang beredar di media sosial tersebut.
Video satire itu merekam perempuan paruh baya berdiri di tengah banjir setinggi paha orang dewasa membawa satu bungkus sembako ketika ditanya apakah bantuan sudah diterima dia menjawab belum: “Ini simulasi ucapan terima kasih kalau kalau bantuan datang, sembako ini beli,”
Bahkan ada konten dari emak emak kawasan bati bati langsung menyebut nama bupatinya yang ditunggu kedatangannya:
“Bupati Rahman, jaka barii kami satu dus mi, serak hintalu, lalu andaki duit 50 ribu di atas hintalunya,” ujar pelaku konten tersebut dalam Bahasa Banjar medok, yang ditimpali dengan tawa gelak emak emak lain di tayangan tersebut.
Konten konten satire ke pemimpin daerah tersebut akhirnya direspons Gubernur Kalsel H Muhidin yang mulai melakukan safari bantuan ke sejumlah lokasi terdampak banjir yang sudah hampir satu bulan ini belum surut.
Safari bantuan yang pertama Kamis 8 Januari 2026 adalah di Sesa Lok Buntar, Sungai Tabuk, Kab Banjar dengan menyerahkan sembako, obat kbatan serta keperluan bayi yang diangkut menggunakan kelotok besar.
Di lokasi banjir itu, selain memberikan sembako, Gubernur Muhidin dengan dana pribadi memberikan bantuan uang Rp200 ribu untuk tiap rumah warga terdampak banjir. Safari akan berlanjut ke lokasi lainnya.(uumsri/foto net)



















