TANAH BUMBU, aktualkalsel.com — SETIAP habis sholat subuh, lelaki paruh baya ini selalu bawa sapu, serok dan bak sampah, untuk membersihkan sampah -sampah di lingkungan Istana Anak Yatim Darul Azhar Batulicin, Tanah Bumbu.
Itulah Turmuzi ( 51), ayah tiga puteri, yang sehari-harinya bertanggung jawab terhadap kebersihan Istana Anak Yatim.
” Beginilah tugas saya sehari-hari, membersihkan sampah,” katanya kepada aktualkalsel.com, Selasa ( 2/2/2021) pagi, sambil tersenyum.
Lelaki berambut keriting dan kumis tipis melintang dibibirnya itu, mengaku sudah 12 tahun mengabdi di Istana Anak Yatim milik bupati terpilih Kabupaten Tanah Bumbu periode 2021 – 2024 itu.
Turmuzi, bukan asli orang Tanah Bumbu, tapi orang Nusa Tenggara Barat ( NTB ) yang merantau ke daerah ini. Sebelum menetap di istana, Turmuzi menetap di Kotabaru.
Kemudian pindah ke Batulicin dan bekerja di istana hingga sekarang.
Di istana, Turmuzi dia tidak sendiri, tapi tinggal bersama tiga anakknya yang semuanya puteri.
Turmuzi mengaku sangat berterimakasih terhadap Zairullah Azhar, karena memberikannya fasilitas tinggal di lingkungan istana bersama para ustadz -ustadzah.
Dan yang membanggakan Pa’le — begitu biasa dia disebut anak yatim yang tinggal di istana — salah satu puterinya sudah berhasil menyelesaikan pendidikan S2, dan kini bekerja di Puskesmas Darul Azhar, Simpang Empat.
Keberhasilan puterinya mengenyam pendidikan tinggi, tidak terlepas dari peran Zairullah dalam memacu anak-anak Istana supaya memiliki pengetahuan dan pendidikan tinggi.
” Jumlahnya saya tidak tahu persis, tapi sepengetahuan saya anak-anak istana yang sudah mengenyam pendidikan S2 atas dorongan pak Zairullah cukup,” banyak.
Selama tinggal di istana, perhatikan Zairullah terhadap anak-anak asuhnya luar biasa.
Semua disantuni, dan diberikan kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan lebih tinggi.

Sementara itu, anak tertua Pa’le, Erni Desiana mengaku bangga dengan ayahnya yang selalu memberikan dorongan untuk lebih maju.
” Meski hanya sebagai petugas kebersihan, saya bangga dengan pekerjaan beliau,” kata gadis yang berprofesi sebagai perawat itu.
Erni mengaku, selain Pa’le, Zairullah juga punya peran besar terhadap dirinya dalam mencapai cita-cita sampai kuliah S2. SKR/Edwan



















