BANJARMASIN aktualkalsel.com–Saudi Arabia menjadi satu destinasi kuat bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) khususnya di dua Kota Suci yaitu Mekkah dan Madinah. Terkhusus di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
“Bukan besaran gaji yang paling prioritas bagi mereka tetap barokahnya,” ujar Ahmad, TKI asal Lombok yang sudah bekerja di sektor pemeliharaan Masjid Nabawi.
Di youtube Sahabat Salam yang mulai tayang Senin 7 Februari 2022 itu, pria paruh baya ini mengaku sudah bekerja selama tujuh tahun dengan hak cuti ke Lombok, Indonesia tiap dua tahun. Hanya saja menurutnya, selama pandemi ini dia dan teman temannya tak bisa pulang kampung.
“Ahamdulilah di masa pandemi ini tetap bekerja walaupun masjid ditutup untuk umum, sementara banyak pekerja Indonesia di luar masjid yang nganggur,” ujar pria ini.
Ketika ditanya suka duka di bagian pemeliharaan masjid, khususnya mengganti marmer yang rusak, Ahmad menyebutbanyak sukanya karena dia merasakan barokah yang luar biasa.
“Kalau dukanya ketika baru tiba saja. Seterusnya keberkahan yang dicari,” ceritanya lagi.
Ditanya besaran gaji yang diterima setiap bulannya, pria ini sempat terdiam seolah ragu untuk menyebutkan nominalnya. Lalu katanya pelan:
“750 riyal,” ujarnya atau setara dengan Rp2,5 juta.
Nominal yang tergolong minimalis untuk ukuran kerja di luar negeri.
“Memang tidak banyak tetapi barokahnya saya rasakan sangat besar. Bisa untuk kirim ke keluarga di Lombok juga untuk keperluan saya di sini,” ujarnya.
Bekerja untuk Masjid nya Rasulullah ini, menurut dia, membukakan banyak pintu rejeki selain gaji, seperti dari lazisi atau sedekah jamaah masjid dan ini jumlahnya besar. Tetapi yang utama menurutnya adalah bisa beribadah setiap waktu di masjid suci ini. Itulah dia merasa sangat bahagia selama tujuh tahun bekerja.
Ketika ditemui itu, TKI asal Lombok ini tengah mengganti motif marmer bagian dalam masjid. Waktu kerjanya mulai jam 8 pagi hingga 14.00 atau kisaran enam jam setiap harinya.
“Tetapi tak selalu siang, kadang jadwal malam juga,” ujarnya.
Di Masjid Nabawi, menurutnya, ada sekitar 150 TKI yang bekerja di antara sekitar 2 ribu pekerja keseluruhan.(uumsri)


















