PELEIHARI,aktualkalsel.com– Sebentar lagi Kabupaten Tanah Laut (Tala) akan memiliki jalan alternatif baru menuju Kabupaten Banjar.
Jalan tersebut terletak di Dusun Riam Pinang, Desa Tanjung, Kecamatan Bajuin yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar.
Bupati Tala Sukamta usai melakukan peninjauan jalan dari Dusun Riam Pinang menuju perbatasan Kabupaten Banjar, Rabu (3/2/2021) mengungkapkan, kedepan ruas jalan sepanjang tujuh kilometer dari Riam Pinang akan dilakukan pengerasan oleh Kodim 1009 Pelaihari melalui program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang akan dilakukan pada bulan Juni dan Juli 2021 nanti.
“Dan nanti juga oleh Pak Gubernur Kalimantan Selatan akan disambung sampai ke Kiram, sehingga akan menjadi jalan alternatif dari Martapura ataupun Banjarbaru menuju Kabupaten Tala dan sebaliknya,”jelasnya.
Sukamta mengharapkan kedepan agar jalan ini menjadi alternatif ketika jalan utama mengalami kemacetan akibat membludaknya wisatawan pada hari raya dan tahun baru atau adanya musibah seperti banjir yang menyebabkan kemacetan parah.

“Selain menjadi jalan alternatif, jalan ini juga akan membuka isolir bagi Dusun Riam Pinang Desa Tanjung dan menjadikan Riam Pinang sebagai pintu gerbang baru bagi Bumi Tuntung Pandang,” harapnya.
Dalam peninjauan jalan tersebut, Bupati Tala Sukamta didampingi Komandan Kodim 1009 Pelaihari, Sekretaris Daerah Tala Drs. H Dahnial Kifli, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Tala Andris Evony, Camat Bajuin Nahrin Fauzy beserta stakeholder terkait lainnya.
Sekitar pukul 14.30 Wita rombongan bupati bertolak menuju Dusun Riam Pinang dari Kediaman Bupati Tala di Pelaihari.
Dari pantauan Tim Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Tala yang juga tergabung dalam rombongan. Jalur yang akan dijadikan jalan alternatif Riam Piang menuju Kabupaten Banjar ini terdiri dari perbukitan, perkebunan sawit dan karet.
Karena tracknya yang berada di perbukitan, jalannya pun banyak memiliki tanjakan dan turunan, namun tak terlalu tajam, belum lagi ruas jalan yang saat ini masih dipenuhi lumpur dan bebatuan sehingga untuk saat ini memang belum bisa digunakan oleh pengendara umum. Hum/Edwan




















