KANDANGAN aktualkalsel.com–Tragedi berdarah Sabtu 30 Mei 2025 dini hari menjadi trauma kesedihan mendalam bagi Dewi Anggarini 39 th.
Di pagi buta itu dia menerima khabar sang suami Jumaidi 40 th, ditemukan tewas di hutan Dusun Bangkuan Desa Ulang, Kandangan, Kalimantan Selatan dengan kondisi sangat memilukan yaitu duduk berlumuran darah, tanpa kepala.
Mengutip dari banjarmasinpost.co.id, Dewi mengaku peristiwa itu benar benar membuatnya merasa takut dan sock karena selain kehilangan suami tercinta dengan cara yang sangat sadis juga para pelaku belum ditemukan.
“Suami saya asli warga Desa Ulang, sehari bekerja sebagai petani dan berkebun pisang. Jenazah sudah dikebumikan tanpa kepala. Ini menbuat saya sangat terpukul,” tutur Dewi kepada portal berita tersebut.
Bagi Dewi mengubur jenazah tanpa kepala orang tercinta menjadikan dirinya hancur secara emosional dan psikis.
“Seandainya tubuhnya masih lengkap mungkin hati saya tidak sehancur ini. Kami sangat mengharapkan kepala suami saya bisa ditemukan, hingga bisa kami kuburkan juga. Dan para pelaku dihukum berat,” ujarnya dengan nada duka mendalam.
Tragedi berdarah dininhari tersebut menjadi khabar duka yang mengguncangkan bukan hanya di kampung halaman korban tetapi cepat menyebar hingga Kota Kandangan. Karena perkelahian ysng disebut sebut warga diduga sangat tidak berimbang itu meninggalkan korban tanpa kepala.
Belum diketahui motif yang melatari pembuhunan tersebut, polisi setempat masih menburu para pelaku.
Dari berita yang beredar di grup akun informasi kebakaran dan emergency, Sabtu dini hari itu korban menghadapi para musuhnya bersama sang adik. Korban meninggal sementara sang adik mengalami banyak luka bacok di punggung dan tangan, kini dalam perawatan di rumah sakit.(uumsri/ilustrasi net)



















