Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan Managing Director International Finance Corporation (IFC), Makhtar Diop, dalam pertemuan bilateral di Washington D.C., Amerika Serikat. Pertemuan ini membahas upaya memperkuat kerja sama strategis antara Indonesia dan IFC, terutama di sektor prioritas nasional.
IFC Dukung Pembangunan Nasional
Dalam pertemuan tersebut, Sri Mulyani menyampaikan apresiasinya atas komitmen IFC yang selama ini menjadi mitra penting dalam mendukung agenda pembangunan Indonesia. Fokus utama kerja sama ke depan mencakup sektor agrikultur dan sanitasi air, dua bidang yang juga menjadi prioritas Presiden Prabowo.
Tak hanya itu, Sri Mulyani menekankan pentingnya sinergi antara IFC dan Indonesia dalam mempercepat pembangunan yang berkelanjutan. Kolaborasi yang kuat dinilai akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Dorongan Kolaborasi dengan BUMN
Sri Mulyani juga mendorong IFC untuk memperluas kolaborasinya dengan BUMN special mission vehicle. Langkah ini bertujuan menghadirkan skema pembiayaan inovatif untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur, khususnya di tingkat pemerintah daerah.
Melalui kerja sama ini, harapanya tercipta akses pembiayaan yang lebih inklusif dan mendorong pembangunan daerah menjadi lebih merata. IFC pun menyatakan kesiapan mereka untuk berkontribusi dalam mendukung program-program prioritas Indonesia.

Komitmen IFC Terhadap Indonesia
Dalam unggahannya di Instagram, Sri Mulyani menyatakan kegembiraannya atas hasil diskusi yang produktif dengan Makhtar Diop. Ia optimistis kolaborasi ini akan terus berkembang, membawa manfaat besar bagi Indonesia.
“Ini adalah diskusi yang sangat membuahkan hasil. Saya sangat senang memperkuat kolaborasi kita!” tulis Sri Mulyani dalam akun resminya.
Harapan ke Depan
Dengan dukungan IFC, Indonesia berharap dapat mempercepat pembangunan sektor agrikultur, sanitasi, serta memperluas infrastruktur nasional. Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Edwan




















