TANAH BUMBU, aktualkalsel.com — Innalilahi wainailaihi rojiun, aku mendapatkan WA dari Taufik sahabat ku — pensiunan Pemko Banjarmasin — bahwa Amir Hamzah, salah satu jurnalis senior Kalimantan Post meninggal dunia, Minggu (27/4/2025) pada pukul 14.22 Wita, di Rumah Sakit Islam Banjarmasin karena menderita sakit maag.
Hatiku sedih mendengarnya, karena seorang lagi sahabatku telah berpulang menghadap Allah SWT. Pemimpin Redaksi Kalimantan Post Sunarti ketika ku konfirmasi benarkan. ” Ya, Amir meninggal hari ini,” ungkapnya, Minggu sore, sambil minta maaf harus menutup pembicaraan kami karena banyaknya telepon yang masuk ke HP Sunarti.
Selang beberapa saat, Said sohibku yang sekarang berdinas di BPKPAD Pemko Banjarmasin juga mengirim pesan untuk ku melalui WA yang mengkabarkan Amir Hamzah minggal dunia.
Sebagai sahabat baik, Amir yang hingga akhir hayatnya menjadi anggota press room DPRD Kota Banjarmasin ( Porwadek ), merupakan wartawan yang mudah bergaul dengan siapa saja dan tidak neko-neko.
Aku sudah lama kenal dengan Amir ketika aku bekerja di Kalimantan Post dengan posisi terakhir sebagai Redaktur Umum, sebelum aku mengundurkan diri tahun 2001 lalu.

Hingga aku keluar Kalimantan Post-pun hubungan kami tetap baik. Amir merupakan teman yang bisa diajak berdiskusi tentang masa banyak hal.
Yang pasti, kematian adalah takdir dan bagian dari rencana Allah SWT dan sudah ditetapkan sejak awal penciptaan. Tidak ada yang dapat mengelakkan atau mengubahnya.
Kematian pasti akan datang, tidak peduli siapa atau di mana seseorang berada. Tidak ada cara untuk mengelakkan kematian.
Selamat jalan sahabatku, semoga engkau mendapatkan tempat yang layak disisi Allah SWT. Kawan-kawan wartawan Banjarmasin kami semua berduka. SKR




















