TANAH BUMBU,aktualkalsel.com — Kepala Dinas Perdagangan dan Industri ( Disdagri ) Kabupaten Tanah Bumbu Deny Harianto mengakui dalam beberapa hari ini kelangkaan gas elpiji tiga kilogram banyak dikeluhkan para ibu-ibu rumah tangga di daerah ini.
” Kelangkaan gas elpiji sekarang ini memang sangat terasa sekali,” katanya kepada aktualkalsel.com, usai menghadiri maulid Habsy dan tampilan-tampilan putera dan puteri Istana Anak Yatim Darul Azhar.
Deny menjelaskan, kenaikan elpiji tersebut akibat dari musim kemarau yang melanda dan terjadi Banjir disebagian wilayah Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu, sehingga untuk pasokan elpiji terlambat. Memang kalau dilihat dari jumlah kuota mengalami penurunan.

” Biasanya agen kita di Tanah Bumbu distribusi elpiji di atas 10 sampai 20 ton.
Namun saat ini ada batasan pengangkutan,” katanya.
Belum lagi adanya jembatan yang rusak atau putus dan sebagainya akibat banjir, terutama di daerah Peleihari.
Sehingga wilayah kampung yang dilewati pengangkut gas elpiji, seperti di Desa Kunyit, dibuat aturan oleh masyarakat, maksimal muatan tidak boleh melanggar ketentuan yang sudah ditetapkankan. Maksimal lima ton.
Kondisi demikian, menurut Deny, merugikan agen gas elpiji.
Dan dampaknya mereka terpaksa harus menaikkan harga jual dari biasanya.
” Insyaallah, dalam dua atau tiga hari ke depan harga gas elpiji kembali normal,” kata Deny.
Hari ini, sesuai rencana Disdagri Kabupaten Tanah Bumbu akan menggelar rapat dengan Sekda Tanah Bumbu, SPBE, dan pihak terkait membahas masalah ini.
Terutama membicarakan adanya isu soal penumpukan gas elpiji. ” Saya pribadi menjamin itu tidak benar. SKR/Edwan


















