TANAH BUMBU, aktualkalsel.com — Bupati terpilih Kabupaten Tanah Bumbu Zairullah Azhar mengungkapkan setelah resmi dilantik menjadi bupati Tanah Bumbu untuk kedua kalinya, dirinya akan bersikap tegas dan lugas dalam memimpin daerah ini.
” Waktu saya cukup pendek dalam memimpin Tanah Bumbu, cuma tiga tahun. Makanya saya harus bergerak cepat,” kata Zairullah ketika bersilaturahmi dengan Sudian Noor, Ready Kambo, dan yang mengakhiri masa jabatannya sebagai bupati dan wakil bupati Tanah Bumbu, tepat tanggal 17 Februari lalu.
Dan selanjutnya jabatan bupati dipegang Ambo Sakka, selaku Plh.
Sekadar diketahui, Zairullah merupakan bupati dan salah satu pendiri Kabupaten Tanah Bumbu periode 2003- 2010.
Kemudian dilanjutkan Mardani H Maming, dan Sudian Noor. Dan setelah Sudian Noor, Zairullah kembali memimpin setelah memenangi pilkada Tanah Bumbu 9 Desember 2020 lalu.
Sebagai bupati selanjutnya, Zairullah akan meneruskan pembangunan yang sudah dikerjakan bupati terdahulu Sudian Noor dan wakilnya Ready Kambo. Kalau ada yang kurang akan diperbaiki kedepannya.
Zairullah menegaskan, karena dulunya bupati pertama, maka ke depan pihaknya akan melanjutkan yang belum terselesaikan ketika menjadi bupati pertama di daerah ini.
Zairullah kemudian menceritakan, pada pilkada lalu, banyak yang mencibir kalau dirinya menang, para PNS, PTT kembali pakai sarungan.
” Bagi saya itu, tidak masalah. Karena itu konsekuensi manajemen Illahiah yang saya terapkan ketika menjabat bupati pertama,” ungkap Zairullah.
Ke depan, dikepemimpinannya Zairullah kembali menerapkan manajemen Illahiah. Jika ada yang berbeda dengan kebijakannya silakan. Tapi harus tahu konsekuensinya.
Manajemen Illahiah, merupakan perwujudan kehambaan kepada Allah SWT. Sebagai manusia, kita tidak ada daya dan upaya. ” Apa yang terjadi dengan kita, tidak pernah lepas dari peran dan ketentuan Allah,” demikian Zairullah, yang juga dikenal sebagai ayah ribuan anak yatim. Edwan




















