BANJARMASIN aktualkalsel.com— Satu keluarga penumpang penerbangan Citilink Banjarmasin-Surabaya terpaksa tidak bisa berangkat gegara hasil swab seorang di antara mereka ditolak pihak Bandara Syamsuddin Noor.
“Hasil suntik antibodi untuk anak kami ditolak otoritas Bandara, akhirnya kami satu keluarga ditunda ke penerbangan sore,” ujar Susanto Jumat 26 Februari 2020.
Menurut pria ini, anaknya yang berusia enam tahun bersama lima orang anggota keluarga, menjadi calon penumpang citilink jurusan Surabaya dengan jadwal penerbangan pukul 09.15.
Ketika berada di Bandara, menurutnya, ternyata surat keterangan suntik antibodi yang dikeluarkan pihak PMI kawasan Jl S Parman Banjarmasin, ditolak.
Padahal , menurut pria ini, lima orang keluarga yang hendak berangkat itu hasil swab antigennya tidak ada masalah karena semua dinyatakan negatif.
“Tapi kan tak mungkin anak saya yang masih kecil ditinggal sendiri ke penerbangan berikutnya, akhirnya pihak citilink berkenan menunda semua anggota rombongan keluarga ini ke penerbangan sore,” ujarnya.
Selain mengalami reskedule penerbangan untuk rombongan enam orang ini, si anak juga harus melakukan tes swab antigen di bandara.
Menurut Susanto, pada Kamis dia membawa anaknya ke klinik tes swab PMI Jl S Parman.
“Saya tanyakan apakah anak ini harus swab antigen atau apa karena hendak berangkat ke Surabaya. Pihak disana menyatakan cukup suntik antibodi untuk anak anak,” ceritanya lagi.
Ternyata, ini mis dengan kebijakan bandara yang menyatakan anak usia lima tahun ke atas wajib swab antigen bukan suntik antibodi.
“Kami juga keluarga kurang updata info penerbangan terkait prokes copid ini,”, akunya sambil mengebutkan pengalaman ini bisa menjadi pelajaran dan informasi berharga bagi masyarakat yang hendak bepergian. (uumsri)




















